Kabarminang — Masyarakat Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat, menolak pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah nagari tersebut.
Salah satu perwakilan pemuda Pandai Sikek, Latif Damsir, mengatakan warga setempat menilai pembangunan jalan tol pada jalur itu berpotensi menghilangkan lahan pertanian, permukiman, dan tempat bersejarah. Selain itu, katanya, pembangunan jalan tol di sana mengancam keberlangsungan usaha kerajinan songket yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Dalam pertemuan ini, kami pemuda dan masyarakat menyampaikan sejumlah keberatan sekaligus meminta pemerintah mempertimbangkan alternatif trase yang tidak melewati Nagari Pandai Sikek,” ujarnya saat ditemui setelah audiensi pihaknya dengan Gubernur Sumbar di rumah dinas gubernur pada Jumat (6/11/2026).
Latif mengatakan bahwa masyarakat Pandai Sikek telah menyampaikan aspirasi melalui surat yang diantarkan pada 5 November 2026. Setelah itu, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan langsung keberatan tersebut kepada gubernur.
Latif menyampaikan bahwa salah satu persoalan yang dikhawatirkan masyarakat ialah hilangnya lahan dan rumah warga apabila jalan tol tetap melewati wilayah mereka. Ia menyebut bahwa tempat masyarakat mencari nafkah selama ini, baik lahan pertanian maupun usaha yang dibangun di kawasan tersebut.
“Rumah yang berada di kawasan itu juga bakal ikut terdampak,” ucapnya.
Selain itu, kata Latif, para perajin songket menyampaikan kekhawatiran mengenai keberlangsungan usaha mereka. Ia mengatakan bahwa kerajinan tersebut selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga, termasuk untuk memenuhi kebutuhan makan, kesehatan, dan pendidikan. Masyarakat memperkirakan potensi omzet yang berkaitan dengan lahan yang terdampak mencapai sekitar Rp26 miliar per tahun.
“Kalau bicara tentang ganti untung, kami hanya bisa mendapatkan satu kali andai kami jual tanah kami kepada pihak tol. Tapi, omzet yang Rp26 miliar ini akan habis. Kami tidak bisa mendapatkan yang omzet berkelanjutan,” ujarnya.




















