Sebelumnya, kata Latif, masyarakat mengikuti kegiatan prasosialisasi rencana trase jalan tol yang dilaksanakan pada 28 Oktober 2026 di Kecamatan X Koto. Kegiatan tersebut dihadiri pihak Hutama Karya dan Anggota DPR RI yang menurut Latif menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan tersebut.
“Dalam kegiatan itu masyarakat kembali menegaskan penolakan terhadap trase tol yang melewati Nagari Pandai Sikek,” ucap Latif.
Berdasarkan trase yang diketahui masyarakat, kata Latif, terdapat dua jorong di Nagari Pandai Sikek yang akan dilalui, yakni Jorong Baruah dan Jorong Kota Tinggi. Namun, katanya, penolakan tidak hanya berasal dari masyarakat di dua jorong tersebut. Latif mengatakan, melalui musyawarah nagari, masyarakat dari empat jorong telah menyatakan penolakan terhadap trase tersebut. Keempat jorong itu ialah Jorong Pagu-Pagu, Jorong Tanjung, Jorong Kota Tinggi, dan Jorong Baruah.
“Meskipun yang dilewati hanya dua, bagi kami wilayah jorong adalah wilayah nagari. Empat jorong tersebut secara musyawarah nagari telah menolak,” tutur Latif.




















