Kabarminang – Sebanyak 102 siswa SDN 21 Kayu Aro, Nagari Gantiang Mudiak Selatan Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, terpaksa belajar di tengah kondisi bangunan sekolah rusak parah.
Berdasarkan video dan foto terkini yang diterima Sumbarkita, terlihat jendela ruang kelas jebol, lantai berlubang, hingga bagian loteng yang terlepas.
Kepala SDN 21 Kayu Aro, Asrul, mengatakan, loteng bangunan sekolah pernah jatuh saat proses pembelajaran berlangsung.
“Loteng jatuh ketika proses belajar mengajar ini sudah sering terjadi, bahkan pernah melukai guru. Kalau untuk tanggal saya sudah tidak ingat karena sering terjadi,” tuturnya kepada Sumbarkita melalui sambungan telepon, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, sekolah tersebut berdiri pada 1976. SDN 21 Kayu Aro memiliki sembilan ruangan yang terdiri dari enam ruang kelas, satu ruang guru, satu gudang, dan satu ruang usaha kesehatan sekolah (UKS).
Menurutnya, seluruh ruangan saat ini rusak parah, mulai dari atap, dinding, lantai, dan loteng hingga fasilitas belajar siswa.
“Anak-anak tetap belajar di dalam kelas yang kondisinya sudah rusak. Kalau hujan, air masuk ke dalam karena loteng dan atap sudah rusak, bahkan ada bagian yang hilang,” katanya.
Ia melanjutkan, pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan bantuan perbaikan kepada pemerintah. Namun, hingga kini belum ada hasil yang diperoleh.


















