Ia menyebut kondisi bangunan kemudian diperparah lagi akibat dilanda banjir pada 2024.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan bantuan, tetapi tidak ada hasilnya. Bahkan, untuk membersihkan sisa material longsor di lingkungan sekolah pada 2024 saya harus meminta bantuan kepada saudara saya yang bertugas di Pemadam Kebakaran (Damkar) Padang Panjang,” tuturnya.
Ia menyebut, pihak sekolah pernah beberapa kali mendapatkan perbaikan. Namun, perbaikan tersebut hanya sebatas pengecoran halaman sekolah. Sementara itu, fasilitas utama untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, seperti meja dan kursi, masih menggunakan perlengkapan sejak sekolah pertama kali berdiri.
“Meja dan kursi yang digunakan siswa sampai sekarang masih meja dan kursi dari awal sekolah ini berdiri,” katanya.
Ia menyebut, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru.
Selain kerusakan bangunan, ia mengatakan sekolah juga terancam banjir karena permukaan tanahnya jauh lebih rendah dibandingkan permukiman warga sekitar. Kondisi tersebut diperparah oleh pendangkalan sungai di dekat sekolah yang hingga kini belum dikeruk.
“Kondisi tersebut membuat lingkungan sekolah rentan terendam ketika hujan deras dan air sungai meluap. Jika tidak segera ditangani, banjir dikhawatirkan kembali memperparah kerusakan bangunan,” katanya.
Ia mengatakan, pada hari ini Kepala Bidang (Kabid) dan sekretaris Dinas Pendidikan, anggota DPRD Pesisir Selatan, serta camat setempat datang meninjau langsung kondisi sekolah.




















