Jumat, Agustus 28, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Kisah Syukur Mengadu Nasib di Padang, 14 Tahun Jualan Putu dan Menabung untuk Pulang

Muhammad Okta Ilvan
Jumat, 28 Agustus 2026 13:29
in Kabar Sumbar
Abdul alias Syukur (42) berjualan putu menggunakan sepeda gerobaknya di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/8/2026) malam.

Abdul alias Syukur (42) berjualan putu menggunakan sepeda gerobaknya di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/8/2026) malam.


“Dulu saya kerja macam-macam. Jadi kuli angkut, kuli muat pasir, pernah juga jadi kenek mobil truk bawa pasir, sama kuli bangunan,” katanya.

Ia juga pernah mengambil pasir di Salido bersama abang dan ayah angkatnya yang saat itu tinggal di Pesisir Selatan. Menurut Syukur, pekerjaan tersebut tidak terlalu menjadi persoalan karena ia bekerja bersama orang-orang yang menjaganya.

“Tidak, karena saya kerja dengan ayah angkat dan abang saya,” katanya.

Pada 2005, Syukur pindah ke Padang. Setelah abangnya berkeluarga, ia mulai hidup sendiri dengan mengontrak di kawasan Alai dan Parak Kopi, Padang Utara.

Memulai Perjalanan sebagai Penjual Putu

Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 2012, Syukur mulai berjualan putu. Keahlian membuat putu diperolehnya dari abang dan ayah angkatnya yang juga pernah berjualan putu.

“Karena abang dan ayah angkat saya yang mengajarkan bikin putu. Mereka juga jualan putu, tapi tidak tetap seperti saya,” ujarnya.

Ia masih mengingat malam pertama berjualan. Dengan sepeda gerobak yang hingga kini masih digunakan, Syukur berkeliling semalaman menjajakan putu.

Penghasilannya saat itu sekitar Rp80 ribu.

“Semalaman saya dapat Rp80 ribu. Waktu itu terasa senang banget,” katanya.

Sejak saat itu, Syukur terus menekuni usaha tersebut. Setiap malam selepas Magrib, ia mendorong gerobaknya berkeliling dan biasanya baru selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Rumah Tangga Berakhir, Kembali Menatap Langit

Perjalanan hidup Syukur kembali diuji ketika ia menikah pada 2023. Setelah bertahun-tahun menjalani hidup sebagai perantau, ia berharap memiliki seseorang yang dapat menjadi teman dalam menjalani kehidupan.

Namun, rumah tangga tersebut tidak berlangsung lama. Pada 2025, Syukur mengaku istrinya pergi meninggalkannya bersama laki-laki lain. Peristiwa itu diketahuinya ketika ia baru pulang berjualan putu.

“Saat pulang jualan, istri saya ternyata telah kabur dengan laki-laki lain. Saat itu saya lihat pergi dengan mobil di depan rumah,” kata Syukur.

Ia mengaku tidak tahu harus berbuat apa saat itu.

“Rasanya hancur banget dan nggak bisa dijelaskan,” ujarnya.

Peristiwa tersebut membuat Syukur sulit kembali percaya kepada orang lain. Ia bahkan merasa tidak yakin masih ada orang yang mau menerima dan menemaninya.

“Saya tidak percaya lagi ada yang akan mau menerima saya, apalagi mau menemani saya,” katanya.

Meski demikian, Syukur memilih untuk tetap menjalani rutinitasnya. Selepas Magrib, ia kembali mendorong gerobak putu dan berkeliling hingga malam. Saat rasa sedih kembali muncul, ia terkadang menghentikan gerobaknya. Ia duduk sebentar dan menatap langit sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kadang sedih banget dan berhenti duduk sebentar untuk menatap langit,” tuturnya.

Menabung untuk Pulang dan Bertemu Adik

Di tengah kesibukannya berjualan, Syukur masih menyimpan satu harapan yang sederhana: pulang ke Jawa. Ia mengatakan adik perempuannya selalu menunggunya di Jawa. Namun, karena keterbatasan biaya, ia biasanya hanya bisa pulang sekitar satu kali dalam setahun.

“Saya bersyukur masih punya adik perempuan yang selalu menunggu saya di Jawa setiap saya pulang sekali setahun dan selalu menanyakan kabar saya,” katanya.

Selain sang adik, Syukur juga menyebut abang yang membawanya ke Sumatera Barat serta ayah angkatnya di Pesisir Selatan sebagai orang-orang yang selalu menjaga dan melindunginya.

“Yang saya syukuri, saya masih punya abang dan ayah angkat yang selalu menjaga dan melindungi saya,” ujarnya.

Meski telah puluhan tahun tinggal di Sumatera Barat, Syukur mengaku masih merasa sebagai seorang perantau. Baginya, rumah tetap berada di Jawa, tempat adik perempuannya tinggal bersama keluarga kecilnya.

“Saya masih merasa merantau. Rumah menurut saya ada di rumah yang sekarang dihuni adik saya bersama keluarga kecilnya,” tuturnya.

Karena itu, setiap malam saat berjualan, Syukur tidak hanya memikirkan dagangan. Ia juga membayangkan kapan bisa kembali ke Jawa. Jika suatu saat berhasil pulang, ia tidak meminta banyak hal. Ia hanya ingin melihat adiknya dalam keadaan sehat.

“Yang paling saya tunggu melihat dia sehat dan tersenyum,” kata Syukur.

Kini, setelah 14 tahun berjualan putu, Syukur masih menjalani rutinitas yang sama. Selepas Magrib, ia berkeliling hingga sekitar pukul 23.00 WIB dengan sepeda gerobak yang telah digunakannya sejak awal berjualan.

Berbagai pekerjaan telah dilewatinya. Dari kuli angkut, kuli muat pasir, kenek truk pengangkut pasir hingga kuli bangunan. Ia juga telah menghadapi kehilangan kedua orang tua, hidup sebagai perantau hingga kandasnya rumah tangga. Namun, Syukur memilih tetap bekerja dan menjalani hidup dengan apa yang masih dimilikinya.

Baginya, pengalaman hidup mengajarkan satu hal: tetap bersyukur, terutama bagi mereka yang masih memiliki keluarga dan orang yang dapat dipercaya.

“Selalu belajar untuk menerima sesakit dan sesulit apa pun yang sedang menimpamu. Terus belajar untuk bersyukur atas apa pun yang kamu miliki sekarang, apalagi yang keluarganya masih utuh dan punya orang tersayang yang bisa dipercaya di sisi,” kata Syukur.


halaman 3 dari 3
Prev123
Tags: JawaKisah Inspiratifkisah kehidupanpadangpedagang kaki limapenjual putuPerantauSumatera BaratSyukurusaha kecil

Berita Terkait

Nikah Massal di Padang Kembali Digelar, 21 Pasangan Jalani Akad Bersama

Nikah Massal di Padang Kembali Digelar, 21 Pasangan Jalani Akad Bersama

28 Agustus 2026
Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

Ombudsman Soroti Video Viral PNS Sumbar di Ruang Kerja, Minta Pemeriksaan Segera Dituntaskan

28 Agustus 2026
Video: Warga di Pesisir Selatan Cekcok, Klaim Lahannya Hendak Dirampas dan Bibit Sawit Dicabut

Video: Warga di Pesisir Selatan Cekcok, Klaim Lahannya Hendak Dirampas dan Bibit Sawit Dicabut

28 Agustus 2026
Kabut Asap Kiriman Kepung Solok Selatan, Warga Diminta Pakai Masker

Kabut Asap Kiriman Kepung Solok Selatan, Warga Diminta Pakai Masker

28 Agustus 2026
Pemko Pariaman Salurkan 303,78 Ton Beras untuk 10.126 Keluarga Kurang Mampu

Pemko Pariaman Salurkan 303,78 Ton Beras untuk 10.126 Keluarga Kurang Mampu

28 Agustus 2026
Tambang Emas Ilegal di Solok Ancam Lingkungan dan Warga, Polda Sumbar Diminta Bertindak

Tambang Emas Ilegal di Sumbar Disebut Punya Jaringan Terstruktur, Aliran Dana Mengalir hingga Nagari

28 Agustus 2026
Next Post
Laptop Diduga Meledak, Rumah Warga di Pesisir Selatan Hangus Terbakar

Laptop Diduga Meledak, Rumah Warga di Pesisir Selatan Hangus Terbakar

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

24 Agustus 2026

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

26 Agustus 2026

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

24 Agustus 2026

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal karena Sesak Napas, Keluarga Sebut Tak Dapat Pelayanan di Puskesmas

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal Diduga Tak Dapatkan Penanganan Medis, Puskesmas Bantah Tudingan

24 Agustus 2026

Pemprov Sumbar Akui PNS yang Berbuat Mesum di Ruang Kerja di Video Viral Pejabatnya

Ketahuan Berbuat Mesum di Ruang Kerja, Pejabat Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri

25 Agustus 2026

Perempuan 21 Tahun Bawa 1,01 Kg Sabu ke BIM, Ditangkap di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi

Perempuan 21 Tahun Bawa 1,01 Kg Sabu ke BIM, Ditangkap di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi

27 Agustus 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.