Kabarminang – Kenaikan harga berbagai jenis tepung mulai membebani pedagang bahan pangan dan pelaku usaha makanan di Kota Padang, Sumatera Barat. Sejak Agustus 2026, harga tepung terigu, tapioka, ketan, sagu, hingga tepung beras terus merangkak naik. Bahkan, harga tepung terigu curah dalam kemasan karung 25 kilogram kini mencapai Rp220.000.
Kenaikan tersebut dirasakan pedagang grosir di sejumlah kawasan Kota Padang. Salah satunya Rudi, pemilik toko grosir di Jalan Prof. Mahmud Yunus, kawasan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji.
Ia mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi secara bertahap sejak Agustus 2026. Namun, perubahan harga semakin terasa memasuki Oktober dan melonjak pada minggu pertama November.
“Kenaikan ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak Agustus, tetapi awalnya masih bertahap. Memasuki Oktober kenaikannya semakin terasa, dan pada awal November ini lonjakannya cukup tinggi. Hampir semua jenis tepung mengalami kenaikan, bukan hanya terigu,” ujar Rudi pada Sumbarkita, Minggu (8/11/2026).
Berdasarkan catatan harga di tokonya, hampir seluruh jenis tepung mengalami kenaikan dibandingkan Oktober 2026. Tepung tapioka atau kanji yang sebelumnya dijual Rp8.000–Rp10.500 kini menjadi Rp14.000–Rp20.000.
Harga tepung terigu juga naik dari Rp7.500–Rp9.500 menjadi Rp10.000–Rp15.000. Sementara itu, tepung ketan mengalami kenaikan dari Rp10.000–Rp13.000 menjadi Rp17.500–Rp24.000.
Kenaikan serupa terjadi pada tepung sagu yang sebelumnya sekitar Rp12.000 kini mencapai Rp20.000. Adapun tepung beras naik dari Rp14.000 menjadi Rp16.000.
Kenaikan paling mencolok juga terlihat pada tepung terigu curah dalam karung 25 kilogram. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp175.000, kini harganya mencapai Rp213.000 hingga Rp220.000 per karung.






















