Kabarminang – Aktivitas perdagangan pakaian di Pasar Raya Fase VII, Kota Padang, Sumatera Barat, masih lesu pada awal November 2026. Meski memasuki periode awal bulan yang biasanya diharapkan menjadi momentum peningkatan penjualan, jumlah pembeli belum menunjukkan peningkatan berarti.
Bagi sebagian pedagang, mendapatkan satu pembeli dalam sehari kini menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Bahkan, tidak jarang mereka harus menutup toko tanpa memperoleh hasil penjualan setelah beraktivitas sejak pagi hingga sore.
Kondisi tersebut dirasakan Rina (43), salah seorang pedagang pakaian di Pasar Raya Fase VII. Ia mengatakan, situasi perdagangan semakin sulit dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah pembeli yang datang ke tokonya terus berkurang, bahkan terkadang tidak ada barang yang terjual sepanjang hari.
“Sekarang sepi sekali. Kadang sehari tidak ada yang beli sama sekali. Kami berjualan dari pagi sampai sore, tetapi belum tentu ada barang yang terjual. Kondisi seperti ini tentu sangat terasa bagi pedagang yang mengandalkan hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui Sumbarkita di lapaknya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Rina, perubahan kondisi perdagangan juga terlihat dari kebiasaan masyarakat pada awal bulan. Jika sebelumnya periode tersebut menjadi waktu yang dinantikan karena masyarakat mulai berbelanja setelah menerima gaji, kini keramaian pasar tidak lagi jauh berbeda dibandingkan menjelang akhir bulan.
Keluhan serupa disampaikan Asni (45), pedagang pakaian yang telah lebih dari 20 tahun berjualan di Pasar Raya. Berdasarkan pengalamannya, situasi perdagangan saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menduga penurunan aktivitas jual beli berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit. Menurut pengamatannya, suasana sepi tidak hanya terlihat di pasar pakaian, tetapi juga di pasar yang menjual kebutuhan pangan hingga minimarket.
“Mungkin karena ekonomi masyarakat yang memang sulit untuk sekarang. Bukan hanya di sini, saya lihat di pasar pangan dan minimarket juga seperti itu, sepi. Masyarakat mungkin lebih berhati-hati membelanjakan uangnya dan mendahulukan kebutuhan yang dianggap lebih penting,” katanya.





















