Kabarminang – Produksi beras di Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang 2026 mencapai 818.264 ton. Angka tersebut meningkat 17.651 ton atau 2,20 persen dibandingkan produksi 2025 yang tercatat sebanyak 800.613 ton.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan peningkatan produksi beras tersebut didorong oleh perbaikan produktivitas tanaman padi di sejumlah wilayah sentra pertanian.
“Peningkatan produksi beras tahun ini didorong oleh perbaikan produktivitas tanaman padi di berbagai wilayah sentra pertanian meskipun realisasi luas panen pada awal tahun sempat mengalami dinamika fluktuatif,” ujar Hasanudin, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, total produksi padi Sumbar pada 2026 mencapai 1.413.181 ton Gabah Kering Giling (GKG). Jumlah tersebut setara dengan 818.264 ton beras untuk konsumsi pangan penduduk.
Dari sisi luas panen, BPS mencatat total lahan padi yang dipanen sepanjang 2026 mencapai 284.130 hektare. Angka ini naik tipis sekitar 55 hektare dibandingkan 2025 yang tercatat seluas 284.076 hektare.
“Luas panen padi sepanjang tahun ini relatif stabil karena didukung oleh potensi hasil amatan di triwulan terakhir yang mampu menutupi penurunan pada bulan-bulan sebelumnya,” kata Hasanudin.
Meski demikian, realisasi luas panen selama Januari hingga September 2026 mengalami penurunan. BPS mencatat luas panen pada periode tersebut mencapai 220.724 hektare atau berkurang 13.361 hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 234.084 hektare.
Penurunan tersebut diperkirakan tertutupi oleh potensi luas panen pada Oktober hingga Desember 2026 yang mencapai 63.407 hektare.
Hasanudin menyebutkan, puncak panen raya padi di Sumbar pada 2026 terjadi pada Februari dengan luas panen mencapai 33.624 hektare. Tiga daerah yang memberikan kontribusi luas panen terbesar adalah Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.





















