Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi dengan Dinas Kehutanan Sumatera Barat (Sumbar) dalam penataan dan pengelolaan kawasan hutan untuk memulihkan lahan kritis, hingga pengembangan Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta.
Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin, beserta jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (2/11/2026).
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan pengelolaan kawasan hutan perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, kepentingan masyarakat, dan mitigasi bencana.
Ia menyebut, berdasarkan peta indikatif, sekitar 159 hektare lahan di Kota Padang berpotensi ditata melalui mekanisme Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH).
Menurutnya, kondisi geografis Kota Padang yang memiliki kawasan perbukitan dan daerah aliran sungai (DAS) membutuhkan perhatian serius, terutama dalam menjaga kawasan hulu sebagai daerah resapan air.
“Pengelolaan kawasan hutan harus diperkuat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui perhutanan sosial. Kami mengapresiasi dukungan Dinas Kehutanan Sumbar dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung upaya penanganan bencana di Kota Padang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin, menyebut kawasan hutan di Kota Padang memiliki fungsi ekologis sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaan kawasan hutan perlu diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui program perhutanan sosial.
“Kita berharap masyarakat di sekitar maupun di dalam kawasan hutan turut menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman berbagai jenis tanaman dengan sistem agroforestri. Kearifan lokal masyarakat diharapkan mampu menjaga tutupan lahan, mempertahankan fungsi ekologis hutan, dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi,” tuturnya.
Ia melanjutkan, Dinas Kehutanan Sumbar telah melakukan sejumlah kegiatan rehabilitasi dan konservasi lingkungan di Kota Padang. Di antaranya, rehabilitasi 20 hektare lahan terdampak bencana hidrometeorologi di Balai Gadang serta penanaman di sejumlah lokasi dengan luas mencapai 55 hektare yang didukung 24.000 bibit.
Selain itu, rehabilitasi kawasan mata air di Puncak Limau Manis juga dilakukan pada lahan seluas 50 hektare dengan penanaman 22.000 batang. Kemudian mengembangkan kebun bibit rakyat seluas 25 hektare di Sikayan Balumuik.
Selanjutnya, instansi tersebut membangun sembilan unit bangunan konservasi tanah dan air serta menyalurkan 2.400 bibit tanaman produktif kepada masyarakat.
“Upaya ini difokuskan pada pemulihan kawasan hulu, perlindungan sumber mata air, penguatan daya dukung lingkungan, serta pelestarian fungsi ekologis kawasan hutan,” ujarnya.




















