Kabarminang — Langkah taktis para pelaku usaha di Sumatera Barat (Sumbar) dalam menggenjot penjualan produk olahan karet dan rempah-rempah terbukti efektif menjadi benteng pertahanan utama ekonomi daerah di tengah tekanan pasar perdagangan luar negeri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Novrial, menyampaikan bahwa fleksibilitas dan adaptasi ekosistem perdagangan daerah sangat menentukan ketahanan arus barang ke pasar internasional.
Novrial menjelaskan bahwa daya tahan ekonomi Sumbar saat ini ditopang oleh melonjaknya penjualan karet campuran yang naik hampir lima kali lipat menjadi 2,15 juta Dolar AS pada September 2026.
Novrial juga menginformasikan bahwa komoditas bungkil kelapa sawit turut mencatatkan lonjakan pengiriman luar negeri yang sangat pesat hingga menembus angka 6,45 juta Dolar AS.
”Kenaikan drastis pada produk olahan karet dan turunan sawit ini menjadi bukti bahwa pasar luar negeri sangat membutuhkan komoditas hasil olahan kita,” ujar Novrial kepada Sumbarkita pada Senin (26/10/2026).
Novrial memaparkan bahwa komoditas karet alam ikut menyumbang angka positif dengan total pengiriman yang meningkat menjadi 3,01 juta Dolar AS pada periode yang sama.
Selanjutnya, Novrial menerangkan bahwa hasil perkebunan tradisional seperti kayu manis terus mencatatkan kenaikan penjualan hingga mencapai angka 1,84 juta Dolar AS.
Novrial merinci bahwa sektor olahan penyamak nabati juga mengalami peningkatan nilai transaksi yang meyakinkan hingga menyentuh angka 1,01 juta Dolar AS.





















