Kabarminang – Puluhan mahasiswa mengkritik dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sumatera Barat (Sumbar), kawasan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu (28/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari evaluasi program pemerintah, perbaikan kondisi ekonomi masyarakat, realisasi pendidikan gratis, hingga pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Berdasarkan pantauan Sumbarkita di lokasi, massa mulai berdatangan menggunakan sepeda motor sekitar pukul 16.50 WIB. Mereka membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sejumlah poster bertuliskan “Turunkan Prabowo-Gibran”, “Hentikan Program MBG dan KDMP”, serta “Mana Ijazah SMA Wapres” dibawa peserta aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas (Unand), Shabbarin Syakur, yang turut mengikuti aksi tersebut, menilai dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran belum mampu menyelesaikan berbagai persoalan negara.
Ia menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurutnya belum ditetapkan sebagai bencana nasional, sementara masyarakat disebut telah terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Saat ini bencana di mana-mana, tambah kebakaran hutan saat ini belum ditetapkan sebagai bencana nasional, sedangkan masyarakat sudah banyak yang terkena ISPA, bagaimana penanganan pemerintah,” tuturnya dalam aksi.
Selain persoalan lingkungan, mahasiswa mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka meminta pemerintah mengevaluasi program tersebut dan menghentikan penggunaan anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran.



















