Kabarminang – Masyarakat Nagari Muara Tais Koto Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terpaksa memperbaiki jembatan penghubung antarjorong secara swadaya karena belum mendapatkan perbaikan permanen dari pemerintah daerah.
Warga Jorong Kubu Baru dan Jorong Soma mengumpulkan uang secara sukarela untuk memperbaiki lantai jembatan kayu yang menjadi akses transportasi masyarakat. Dana yang terkumpul mencapai Rp7,9 juta, sedangkan pengerjaannya dilakukan secara gotong royong.
Warga Jorong Kubu Baru, Didi Arya (23), mengatakan, perbaikan secara swadaya tersebut dilakukan karena masyarakat menilai penantian terhadap anggaran pemerintah akan memakan waktu lama. Padahal, jembatan itu dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga.
“Jika masyarakat hanya menunggu dana dari pemerintah, itu sama saja seperti menunggu air laut kering karena prosesnya akan sangat lama,” ujar Didi kepada Sumbarkita, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, jembatan tersebut sebelumnya telah diperbaiki pada 20 Juli 2025. Sebelum perbaikan dilakukan, kondisi lantai jembatan yang rapuh kerap menyebabkan ban kendaraan pengangkut logistik yang melintas terperosok.
Pengumpulan dana melibatkan warga dari kedua jorong dengan jumlah sumbangan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga. Sebagian warga menyumbangkan uang sekitar Rp100 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Iuran dilakukan oleh masyarakat Jorong Kubu Baru dengan Jorong Soma dengan jumlah yang bervariasi, ada yang menyumbang Rp120 ribu, Rp150 ribu, dan lain-lain sesuai kemampuan,” tutur Didi.
Selain mengumpulkan uang, warga juga bergotong royong mengerjakan perbaikan jembatan. Cara tersebut dipilih untuk menekan biaya pengerjaan sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk membayar tenaga kerja profesional.

















