Kabarminang — Jalan yang menghubungkan Tapan, Pesisir Selatan, Sumbar, dengan Kota, Sungai Penuh, Provinsi Jambi, lumpuh total setelah diterjang material longsor dan banjir pada Rabu (28/10/2026) malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pesisir Selatan, Hendri Agustian, menjelaskan bahwa bencana tersebut melanda dua wilayah utama secara bersamaan, yakni kawasan Kampung Tengah dan Sako. Ia menyebut bahwa Kampung Tengah banjir akibat luapan air yang merendam sejumlah rumah warga. Sementara itu, di Sako, tepatnya di Kampung Jangke Ayam, Nagari Sungai Gambir Sako, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, ada tiga titik longsor yang menutup badan jalan.
Lebih lanjut, Hendri memaparkan bahwa material longsor yang menimbun badan jalan terdiri atas campuran tanah serta bebatuan berukuran besar. Ia mengatakan bahwa Kondisi tersebut diperparah dengan situasi di Kampung Tengah: di sana banjir merendam permukiman warga setelah air mulai meluap dari aliran sungai.
Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Pesisir Selatan, kata Hendri, rangkaian peristiwa itu bermula ketika hujan lebat mengguyur kawasan hulu sungai Batang Tapan sejak sore hingga memicu bencana pada pukul 18.30 WIB. Pihaknya menerima laporan kejadian tersebut kemudian pada pukul 19.30 WIB berdasarkan informasi langsung dari wali nagari setempat.
Hendri mengatakan bahwa rangkaian bencana itu terjadi secara beruntun setelah sebelumnya wilayah tersebut sempat mengalami longsor susulan pada tanggal 9 hingga 10 Oktober di jalur yang sama.
“Sebelumnya titik jalur ini juga sempat mengalami longsor pada awal bulan, dan kini kembali diterjang longsor susulan di tiga titik berbeda,” ucap Hendri kepada Kabarminang.com.
Hendri mengutarakan bahwa dampak dari bencana itu membuat arus lalu lintas kendaraan dari kedua arah tidak dapat bergerak sama sekali. Ia menginformasikan bahwa kendaraan roda empat maupun roda dua yang hendak melintas terpaksa tertahan karena timbunan material longsor menutup ruas jalan utama antarkabupaten dan antarprovinsi tersebut.
Untuk menanggapi lumpuhnya akses vital itu, Hendri menyebut bahwa tim gabungan yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat BPBD Pessel Posko Tapan, Polsek Basa Ampek balai Tapan, Dinas Pekerjaan Umum Pesisir Selatan, dan warga langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Ia menerangkan bahwa tim gabungan mengambil langkah tanggap darurat itu untuk membuka kembali isolasi wilayah akibat tertutupnya badan jalan.



















