Di samping itu, Novrial menguraikan keberhasilan penjualan komoditas kopi dan rempah-rempah yang terus menunjukkan tren positif dalam memperkuat perdagangan daerah.
”Keberagaman produk ekspor ini sangat penting agar perekonomian daerah kita tidak hanya bertumpu pada satu jenis hasil bumi saja,” ucap Novrial.
Meski demikian, Novrial mengakui bahwa secara keseluruhan nilai total transaksi ekspor Sumbar pada September 2026 tercatat sebesar 189,57 juta Dolar AS, mengalami penyesuaian dibanding bulan sebelumnya.
Novrial menyoroti bahwa penyesuaian angka tersebut dipengaruhi oleh penurunan nilai pengiriman minyak mentah kelapa sawit atau CPO yang menjadi penyumbang nilai transaksi terbesar di daerah.
Novrial menyebutkan bahwa beberapa produk lain seperti komoditas perikanan dan buah-buahan segar juga mengalami hambatan dalam jumlah volume pengiriman ke luar negeri.
Novrial menginformasikan bahwa faktor utama penyerapan dan pengiriman komoditas bulan ini sangat dipengaruhi oleh tingginya curah hujan di wilayah Sumatera Barat.
”Curah hujan yang tinggi menghambat proses panen serta memperlambat pengeringan komoditas di tingkat petani sebelum dikirim,” tutur Novrial.
Novrial menambahkan bahwa hambatan pengiriman di jalur darat akibat antrean kendaraan angkutan barang juga menambah tantangan logistik menuju pelabuhan pengiriman.






















