Kabarminang – Jumlah penumpang pesawat yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, tercatat sebanyak 82,83 ribu orang pada September 2026. Angka tersebut turun 13,30 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 95,53 ribu orang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan penurunan jumlah penumpang tersebut sejalan dengan berkurangnya frekuensi penerbangan di bandara tersebut.
“Penurunan jumlah penumpang keberangkatan pada bulan September ini dipengaruhi oleh berakhirnya masa libur panjang serta penyesuaian frekuensi penerbangan maskapai,” ujar Hasanudin di Kantor BPS Sumbar, Senin (2/11/2026).
BPS mencatat, jumlah pesawat yang berangkat dari BIM pada September 2026 sebanyak 638 penerbangan. Jumlah tersebut turun 14,25 persen dibandingkan Agustus 2026.
Dari total penerbangan tersebut, sebanyak 524 merupakan penerbangan domestik dan 114 penerbangan internasional yang melayani berbagai rute luar negeri.
Penurunan juga terjadi pada jumlah pesawat yang mendarat di BIM. Sepanjang September 2026, tercatat 643 penerbangan kedatangan atau turun 13,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penerbangan kedatangan tersebut terdiri atas 529 penerbangan domestik dan 114 penerbangan internasional.
Sementara itu, berdasarkan jumlah penumpang, dari total 82,83 ribu orang yang berangkat pada September 2026, sebanyak 64,45 ribu merupakan penumpang domestik dan 18,38 ribu penumpang internasional. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 95,53 ribu penumpang.
Penurunan juga terjadi pada arus kedatangan penumpang. BPS mencatat jumlah penumpang yang tiba di BIM pada September 2026 sebanyak 79,19 ribu orang atau turun 16,56 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 94,91 ribu orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 63,37 ribu merupakan penumpang domestik, sedangkan 15,82 ribu lainnya penumpang internasional.
Hasanudin menjelaskan, fluktuasi jumlah penumpang angkutan udara merupakan siklus bulanan yang lazim terjadi setelah periode puncak liburan sekolah dan hari besar keagamaan berakhir.
“Data pergerakan penumpang dan penerbangan ini dihimpun secara berkala melalui laporan resmi maskapai serta otoritas pengelola bandara guna memantau konektivitas transportasi regional,” kata Hasanudin.
Menurutnya, angkutan udara memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian, khususnya sektor pariwisata di Sumatera Barat.
“Pemantauan lalu lintas udara ini juga menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur denyut aktivitas ekonomi daerah yang berkaitan langsung dengan sektor jasa dan perdagangan,” ucap Hasanudin.
Ia menegaskan, BPS berkomitmen menyajikan data transportasi secara akurat dan transparan sebagai bahan informasi bagi masyarakat maupun pemangku kebijakan.





















