“Ada pembeli yang tetap mengambil seperti biasa, tetapi ada juga yang mengurangi jumlah pembelian. Dampaknya, penjualan di toko kami ikut menurun. Kalau harga masih terus naik, tentu semakin berat bagi pedagang maupun pembeli,” tuturnya.
Eka memperkirakan harga tepung masih berpotensi meningkat. Namun, ia belum dapat memastikan apakah kenaikan akan berlanjut atau harga mulai kembali stabil.
Bagi pelaku usaha makanan, kenaikan harga bahan baku berpotensi meningkatkan biaya produksi. Mereka harus menghitung ulang modal, keuntungan, hingga jumlah produksi agar usaha tetap berjalan.
Pilihan menaikkan harga jual juga tidak mudah karena harus mempertimbangkan daya beli konsumen. Jika harga makanan dinaikkan, bukan tidak mungkin pelanggan mengurangi pembelian.
Hingga kini, penyebab pasti kenaikan harga berbagai jenis tepung di tingkat grosir Kota Padang belum diketahui. Keterangan dari distributor dan instansi terkait masih diperlukan untuk memastikan faktor yang memengaruhi kenaikan, termasuk kondisi pasokan dan distribusi bahan baku.
Kenaikan harga tersebut memperlihatkan bahwa tekanan harga bahan pangan tidak hanya dirasakan pedagang grosir, tetapi juga berpotensi menjalar ke pelaku usaha makanan skala kecil yang bergantung pada tepung untuk kegiatan produksi sehari-hari.






















