Kabarminang – Berawal dari membawa jengkol sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Jepang pada 2017, Ilham, warga Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, justru menemukan peluang bisnis. Ketertarikan diaspora Indonesia di Jepang terhadap jengkol segar asal Sumatera Barat mendorongnya mengubah kebiasaan membawa oleh-oleh menjadi usaha ekspor.
Ilham yang kini berusia 41 tahun mengatakan, ide tersebut muncul setelah sejumlah diaspora Indonesia di Jepang tertarik dengan jengkol yang dibawanya dari Sumatera Barat.
“Saya berpikir, nanti saya pulang berkunjung dari Jepang, saya ingin jual karena ternyata banyak teman diaspora Indonesia yang juga ingin menikmati jengkol,” ujar Ilham, Jumat (10/9/2026).
Sepulang dari Jepang, Ilham mulai mencari informasi mengenai tata cara mengirim jengkol ke luar negeri secara resmi. Ia mengikuti berbagai seminar, diskusi, hingga pelatihan yang digelar pemerintah daerah maupun kementerian.
Dari berbagai kegiatan tersebut, Ilham mulai memahami bahwa ekspor komoditas pertanian memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.
“Jadi saya cari informasi setelah pulang dari Jepang. Gimana bisa kirim secara resmi. Ikut seminar datang ke sana ke sini. Dari sanalah saya paham ternyata setiap proses ekspor harus ada aturan, enggak bisa sembarangan,” katanya.
Keseriusannya mengembangkan bisnis tersebut kemudian diwujudkan dengan mendirikan CV Amanah Murasakih pada 27 Januari 2021.
Kini, usaha tersebut mampu mengirim sekitar 200 kilogram jengkol segar ke Jepang dalam satu kali pengiriman setiap bulan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan pesanan dari pembeli.















