Dalam menjalankan usahanya, Ilham melibatkan sekitar 10 orang pekerja. Namun, tenaga kerja tersebut bersifat musiman dan menyesuaikan dengan jumlah pesanan serta jadwal pengiriman.
Untuk pasar Jepang, jengkol dikirim dalam kondisi segar menggunakan pesawat Garuda.
Mulai Bidik Pasar Negara Lain
Selain mempertahankan pasar Jepang, Ilham kini mulai membidik negara lain untuk memperluas pemasaran jengkol Sumatera Barat.
Ia menyebut sudah ada calon pembeli dari luar Jepang yang tertarik terhadap produk jengkolnya, salah satunya dari Thailand. Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena masih terkendala izin impor dari pihak pembeli.
“Jadi kendalanya izin impor dari pihak yang ingin membeli produk,” ujarnya.
Ilham menilai jengkol Sumatera Barat memiliki peluang untuk menembus pasar internasional. Komoditas yang selama ini identik dengan konsumsi masyarakat lokal, menurutnya, dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih luas apabila dikelola dan dipasarkan dengan baik.
Untuk saat ini, Jepang masih menjadi tujuan utama pengiriman jengkol segarnya. Sementara peluang ekspor ke negara lain masih menunggu penyelesaian persyaratan izin impor dari calon pembeli di negara tujuan.















