Kabarminang – Kabut asap masih menyelimuti Kota Padang hingga Minggu (13/9/2026) sore. Kondisi tersebut terjadi ketika jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Sumatera Barat justru tinggal satu titik.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara yang ditampilkan IQAir pada pukul 16.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Kota Padang berada di angka 324 dan masuk kategori berbahaya. Konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat mencapai 236,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Angka tersebut menunjukkan kondisi udara Padang masih berada pada level yang perlu diwaspadai. Kabut yang terlihat di sejumlah kawasan juga membuat jarak pandang dan kondisi udara terasa berbeda dibandingkan kondisi normal.
Di sisi lain, data pemantauan titik panas BMKG pada Minggu (13/9/2026) menunjukkan Sumatera Barat hanya mencatat satu hotspot. Jumlah itu menjadi salah satu yang terendah dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera. Data BMKG memang menggunakan hotspot sebagai indikator untuk membantu pemantauan potensi kebakaran, sehingga jumlah hotspot tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan kondisi asap di suatu wilayah.
673 Hotspot Terdeteksi di Sumatera
Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi 673 titik panas di wilayah Pulau Sumatera pada 13 September 2026. Sebaran hotspot paling banyak berada di bagian selatan Sumatera.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 487 titik. Berikutnya Bangka Belitung dengan 78 titik dan Lampung sebanyak 68 titik.
Sementara provinsi lainnya tercatat jauh lebih rendah. Bengkulu memiliki 11 hotspot, Jambi 7 titik, Sumatera Utara 6 titik, Kepulauan Riau 2 titik, sedangkan Aceh dan Sumatera Barat masing-masing satu titik.
Dengan kondisi tersebut, rendahnya jumlah hotspot di Sumbar tidak serta-merta berarti Kota Padang terbebas dari dampak asap. Partikel polutan dapat berada di udara akibat berbagai faktor, termasuk pergerakan massa udara dan asap dari wilayah lain. BMKG sendiri menyediakan pemantauan kualitas udara PM2.5 dan informasi cuaca sebagai bagian dari pemantauan kondisi atmosfer.
Padang Masih Perlu Waspada
Kondisi udara Padang ini juga menjadi bagian dari situasi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera. Sebelumnya, kualitas udara di beberapa daerah lain juga mengalami penurunan seiring aktivitas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Karena itu, kondisi AQI 324 dan PM2.5 236,8 µg/m³ di Padang menjadi perhatian tersendiri. Masyarakat, terutama kelompok rentan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar.
Situasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pemantauan kualitas udara tidak cukup hanya melihat jumlah hotspot di daerah sendiri. Pergerakan asap dan kondisi atmosfer antardaerah juga perlu diperhatikan untuk memahami mengapa kualitas udara suatu wilayah dapat memburuk meskipun jumlah titik panas lokal relatif sedikit.
















