Kamis, Oktober 15, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Kabar Sumbar

Sawah Terdampak Bencana di Padang Pariaman Kembali Subur, Panen Diperkirakan Sepekan Lagi

Redaksi
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:33
in Kabar Sumbar
Sawah yang tertutup material sedimentasi akibat rentetan bencana pada akhir 2025 di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, kini kembali hijau dan subur.

Sawah yang tertutup material sedimentasi akibat rentetan bencana pada akhir 2025 di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, kini kembali hijau dan subur.

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang – Sawah yang tertutup material sedimentasi akibat rentetan bencana pada akhir 2025 di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, kini kembali hijau dan subur.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Irawati Febriani, mengatakan, sawah tersebut ditanam serentak pada 13 Mei 2026 dan kini telah berusia sekitar tiga bulan lebih.

“Jika tidak ada kendala, tanaman padi diperkirakan dipanen sekitar satu minggu lagi,” ujarnya saat meninjau langsung areal persawahan tersebut pada Kamis siang (27/8/2026).

Ia mengatakan, pulihnya lahan pertanian di Tanah Taban menjadi salah satu bukti bahwa lahan yang terdampak bencana masih dapat kembali dimanfaatkan melalui penanganan yang tepat dan kolaboratif.

“Pemulihan lahan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Setelah lahan dipulihkan, kemudian dilakukan penanaman secara serentak,” ujar Irawati.

Ia mengatakan, pemulihan lahan tidak hanya menyasar kondisi fisik, tetapi juga diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar pertanian, terutama ketersediaan air.

Ia melanjutkan, sebelum bencana, petani di kawasan tersebut masih mengandalkan sumur karena belum memiliki jaringan irigasi teknis. Namun, bencana menyebabkan sumur tertimbun sedimentasi sehingga sumber air yang selama ini digunakan petani ikut terdampak.

“Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah memberikan bantuan irigasi perpompaan dan membangun jaringan irigasi tersier. Kita berharap ketersediaan air dapat lebih terjamin sehingga lahan tetap produktif dan petani dapat terus melakukan kegiatan budi daya,” jelasnya.

Irawati merinci luas sawah terdampak bencana di Padang Pariaman mencapai 1.263 hektare. Dari jumlah tersebut, 446 hektare mengalami kerusakan ringan, 238 hektare rusak sedang, 450 hektare rusak berat, sedangkan 100 hektare lainnya dinyatakan hilang.

Ia menyebut, lahan dengan kerusakan ringan, pemulihan dilakukan melalui Program Optimalisasi Lahan atau OPLAH. Sementara itu, dari 238 hektare lahan yang mengalami kerusakan sedang, sebanyak 198 hektare telah selesai direhabilitasi. Kemudian untuk 100 hektare lahan yang dinyatakan hilang masih dalam proses pengusulan untuk mendapatkan dukungan penanganan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Irawati menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong percepatan pemulihan lahan terdampak bencana. Penanganan tidak hanya menyasar rehabilitasi lahan, tetapi juga mencakup perbaikan irigasi dan dukungan sarana produksi pertanian.

“Target kita bukan hanya membuat lahan kembali bisa ditanami, tetapi memastikan lahan tersebut dapat kembali produktif dan memberikan manfaat bagi petani secara berkelanjutan,” tuturnya.

Salah seorang petani, Yusmanidar, mengaku bersyukur karena sawah yang sempat tertutup material sedimentasi kini kembali menghasilkan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani setelah sempat kehilangan kesempatan menggarap lahan akibat bencana.

Meski demikian, ia mengaku masih menghadapi tantangan berupa ketersediaan air yang belum sepenuhnya stabil karena masih bergantung pada curah hujan dan penggunaan pompa.

“Kami berharap pembangunan jaringan irigasi yang sedang dilakukan pemerintah diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi petani,” tuturnya.


Tags: bencana Padang PariamanIrawati FebrianiirigasiLahan PertanianLubuk AlungPadang Pariamanpadipanen padipasia lawehpertanian Padang PariamanPetanisawahsawah terdampak bencanaSedimentasiTanah Taban
ShareTweetPin

Berita Terkait

Video: Pengendara Motor Suami Istri Kecelakaan di Sitinjau Lauik, Satu Patah Kaki

Video: Pengendara Motor Suami Istri Kecelakaan di Sitinjau Lauik, Satu Patah Kaki

15 Oktober 2026
Kualitas Udara Padang Berbahaya, Siswa PAUD hingga SMP Kembali Belajar dari Rumah

Kabut Asap Makin Tebal, Pelajar di Solok Selatan Dipulangkan Lebih Awal dan Belajar dari Rumah 2 Hari

15 Oktober 2026
Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pemko Padang Perkuat Pengawasan di 34 SPBU

Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pemko Padang Perkuat Pengawasan di 34 SPBU

15 Oktober 2026
Pemko Padang Perkuat Literasi Kependudukan Lewat Program Sekolah

Pemko Padang Perkuat Literasi Kependudukan Lewat Program Sekolah

15 Oktober 2026
Kualitas Udara Padang Berbahaya, Siswa PAUD hingga SMP Kembali Belajar dari Rumah

Kabut Asap Makin Pekat, Siswa PAUD-SMP di Padang Belajar dari Rumah hingga Sabtu

15 Oktober 2026
Video: Final Sepak Bola Porprov Sumbar XVI 2026 Berakhir Ricuh, Pemain Terlibat Baku Hantam

Dua Final Porprov Sumbar 2026 Diwarnai Adu Jotos, Panitia Angkat Bicara

15 Oktober 2026
Next Post
Kecelakaan Motor dan Mobil di Padang, 3 Orang Terkapar di Jalan

Kecelakaan Motor dan Mobil di Padang, 3 Orang Terkapar di Jalan

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Polisi Datangi Rumah Dua Pria yang Viral Mengadang Pengendara Motor di Kota Solok

Polisi Datangi Rumah Dua Pria yang Viral Mengadang Pengendara Motor di Kota Solok

14 Oktober 2026

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

Dicari Setelah Videonya Cegat Pengendara Viral, 2 Penagih Utang di Kota Solok Datangi Kantor Polisi

15 Oktober 2026

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

11 Oktober 2026

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

13 Oktober 2026

Detik-Detik Pemotor Dipepet Pria Tak Dikenal Usai Beli Emas di Kota Solok

Detik-Detik Pemotor Dipepet Pria Tak Dikenal Usai Beli Emas di Kota Solok

13 Oktober 2026

Warga Temukan Mayat Perempuan di dalam Rumah di Padang

Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan di Kamar Hotel di Padang

10 Oktober 2026

Imam yang Cabuli 2 Anak Kandung di Sijunjung Ancam Tak Biayai Kuliah Korban jika Tolak Dicabuli

Imam yang Cabuli 2 Anak Kandung di Sijunjung Ancam Tak Biayai Kuliah Korban jika Tolak Dicabuli

14 Oktober 2026

Berita Terkini

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Remaja 17 Tahun di Pasaman Barat Dikeroyok Warga

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Remaja 17 Tahun di Pasaman Barat Dikeroyok Warga

15 Oktober 2026

2 Rumah Hanyut, 16 Rusak Berat dan Ribuan Orang Terdampak Akibat Banjir di Pesisir Selatan

2 Rumah Hanyut, 16 Rusak Berat dan Ribuan Orang Terdampak Akibat Banjir di Pesisir Selatan

15 Oktober 2026

Video: Pengendara Motor Suami Istri Kecelakaan di Sitinjau Lauik, Satu Patah Kaki

Video: Pengendara Motor Suami Istri Kecelakaan di Sitinjau Lauik, Satu Patah Kaki

15 Oktober 2026

Kaffah Aqiqah Padang Berawal dari Pengalaman Pribadi, Kini Layani Pesanan hingga Luar Negeri

Kaffah Aqiqah Padang Berawal dari Pengalaman Pribadi, Kini Layani Pesanan hingga Luar Negeri

15 Oktober 2026

Kualitas Udara Padang Berbahaya, Siswa PAUD hingga SMP Kembali Belajar dari Rumah

Kabut Asap Makin Tebal, Pelajar di Solok Selatan Dipulangkan Lebih Awal dan Belajar dari Rumah 2 Hari

15 Oktober 2026

Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pemko Padang Perkuat Pengawasan di 34 SPBU

Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pemko Padang Perkuat Pengawasan di 34 SPBU

15 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.