Kabarminang – Wali Kota Pariaman Yota Balad meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Pariaman, Jumat sore (28/8/2026).
Peninjauan dilakukan di Desa Pakasai, Kecamatan Pariaman Timur, dan Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara. Program tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang tidak layak huni.
Yota mengatakan, pada 2026 Kota Pariaman mendapatkan total 609 unit BSPS. Rinciannya, sebanyak 300 unit diberikan pada tahap I hingga III, sedangkan 309 unit lainnya dialokasikan pada tahap IV.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Pariaman mendapatkan total sebanyak 609 BSPS, dimana pada tahap I sampai III, Kota Pariaman mendapatkan bantuan 300 BSPS, dan tahap IV sebanyak 309 BSPS sampai akhir Tahun 2026 ini, untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Presiden Prabowo dan Menteri PKP Maruarar Sirait,” ujar Yota Balad.
Ia didampingi Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Kota Pariaman M. Arif Gunawan.
Yota menjelaskan, setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta per unit rumah. Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian PKP, pokok pikiran (pokir) anggota DPR RI, serta usulan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy.
Untuk Tahap I ada 129 Penerima Manfaat (Kementrian PKP), Tahap II ada 23 Penerima Manfaat (Pokir Anggota DPR-RI), Tahap III ada 148 Penerima Manfaat (Kementrian PKP). Tahap IV, Pemko Pariaman sudah diinformasikan dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III Kementrian PKP.
“Sebanyak 309 Penerima Manfaat melalui usulan Bapak Wagub Vasco Ruseimy,” ujarnya.
Menurut Yota, pelaksanaan BSPS tahap I hingga III saat ini ada yang masih dalam proses pengerjaan dan sebagian lainnya telah rampung.
Sementara itu, BSPS tahap IV yang diusulkan melalui Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy telah memasuki tahap verifikasi lapangan. Pemko Pariaman kini menunggu pembentukan tenaga fasilitator dari BP3KP Sumatera III Kementerian PKP.
Yota berharap program tersebut dapat terus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kota Pariaman. Selain meningkatkan kualitas hunian, pelaksanaan program melalui skema Pemilihan Toko Terbuka (PTT) atau tender rakyat diharapkan turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
“Kami berharap, dengan adanya program BSPS ini, rumah yang tidak layak huni di Kota Pariaman sudah jauh berkurang, dan kedepan rumah tersebut menjadi layak huni dan melalui skema Pemilihan Toko Terbuka (PTT) atau tender rakyat. Dengan Skema ini. mulai dari tukang, toko bangunan, pendamping, sampai sopir angkutan akan memperoleh manfaat dari program ini, sehingga dapat memberdayakan masyarakat lokal yang nantinya uang berputar di daerah,” ungkapnya.
Mantan Sekda Kota Pariaman itu menilai bantuan Rp20 juta per unit belum cukup untuk menyelesaikan pembangunan rumah secara keseluruhan. Karena itu, ia mengajak masyarakat dan pemerintah desa maupun kelurahan mengedepankan semangat gotong royong untuk mendukung penyelesaian pembangunan.
Ia juga meminta kepala desa dan lurah mendata warga yang belum mendapatkan bantuan BSPS untuk kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Perkim dan LH.
“Kami berpesan kepada Kepala Desa/Lurah di Kota Pariaman, kiranya masih ada warganya yang belum termasuk didalam program BSPS ini, hendaknya dapat berkoordinasi dengan Dinas Perkim dan LH, agar dimasukan nantinya di tahun 2027 mendatang,” tutupnya.
Dalam peninjauan tersebut, Yota melihat langsung tiga rumah penerima BSPS. Di Desa Pakasai, pembangunan salah satu rumah telah mencapai progres 20 persen. Sementara di Desa Sikapak Timur, progres pembangunan masing-masing rumah mencapai 50 persen dan 100 persen.
Salah seorang penerima manfaat di Desa Pakasai, Jermi Yoyo Hendra, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut.
Ia mengatakan, kondisi rumah yang kini lebih layak membuat keluarganya tidak lagi khawatir mengalami kebocoran saat hujan. Keluarganya juga dapat beristirahat dengan lebih tenang di rumah yang telah diperbaiki.















