Sabtu, Agustus 29, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

50 Perajin Payakumbuh Ikuti Program Ekraf Peduli, Produk Sulam dan Anyam Dibidik Pasar Global

Redaksi
Sabtu, 29 Agustus 2026 12:32
in Kota Payakumbuh
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama jajaran dan para perajin saat menghadiri Program Pelatihan dan Pendampingan Kriya “Ekraf Peduli” di Ballroom Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Rabu (26/8/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama jajaran dan para perajin saat menghadiri Program Pelatihan dan Pendampingan Kriya “Ekraf Peduli” di Ballroom Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Rabu (26/8/2026).


Kabarminang – Kota Payakumbuh menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang dipilih Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) sebagai lokasi Program Pelatihan dan Pendampingan Kriya “Ekraf Peduli”.

Program tersebut ditujukan untuk mengakselerasi pengembangan produk sulam dan anyam agar mampu menembus pasar nasional hingga global.

Sebanyak 50 perajin lokal mengikuti program tersebut, terdiri atas 25 perajin anyaman dan 25 perajin sulaman. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Rabu (26/8/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengapresiasi penunjukan daerahnya sebagai lokasi program. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pelaku ekonomi kreatif sekaligus mengembangkan potensi budaya menjadi kekuatan ekonomi.

“Atas nama Pemko Payakumbuh, saya menyampaikan terima kasih kepada Kemenekraf/Bekraf yang telah memilih Kota Payakumbuh sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ini,” kata Zulmaeta.

Ia mengatakan Payakumbuh memiliki kekayaan budaya dan tradisi, termasuk keterampilan sulam dan anyam yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Potensi tersebut, kata Zulmaeta, perlu dikembangkan agar tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta para perajin memperhatikan inovasi desain, kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk kriya dapat mengikuti perubahan selera serta perilaku konsumen.

“Produk kriya Payakumbuh harus kita dorong agar tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar nasional bahkan pasar global,” ujarnya.

Selain pengembangan produk, Zulmaeta menyoroti keterbatasan modal yang masih menjadi salah satu kendala perajin dalam mengembangkan usaha. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat berlanjut, terutama dalam membuka akses permodalan bagi pelaku kriya.

“Karena kekurangan modal, para perajin kita meminta bantuan modal untuk mengembangkan usaha dan hasil yang lebih maksimal. Mudah-mudahan ada bantuan untuk perajin kita dari Kementerian Ekonomi Kreatif,” katanya.

Pemko Payakumbuh, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat UMKM, sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.

Zulmaeta juga mengajak para perajin memanfaatkan program tersebut untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, serta menghasilkan produk inovatif yang memiliki ciri khas Payakumbuh.

“Tradisi tetap kita jaga, tetapi cara kita mengemas dan memasarkannya harus terus berkembang mengikuti zaman,” pungkasnya.

Dorong Produk Tradisional Berdaya Saing

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf/Bekraf Yuke Sri Rahayu mengatakan program “Ekraf Peduli” diarahkan untuk membantu pelaku kriya mengembangkan produk yang tetap mempertahankan nilai tradisi sekaligus sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kerajinan tradisional tidak hanya cukup mengandalkan warisan budaya, tetapi harus memiliki inovasi, keunikan, dan daya saing pasar digital agar mampu pulih bersama dan bangkit berdaya,” kata Yuke.

Menurutnya, pendampingan tidak hanya mencakup peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membantu perajin menghadapi berbagai persoalan pengembangan usaha, mulai dari pembiayaan, pemasaran, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga kebutuhan informasi dan riset pasar.

Program tersebut menggunakan pendekatan berbasis pasar dengan mendorong perajin memadukan kekayaan tradisi dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Materi yang diberikan meliputi design thinking, revitalisasi material, penciptaan keunikan produk, hingga penyusunan narasi produk untuk meningkatkan nilai jual.

“Target kami bukan hanya menghasilkan produk baru, tetapi membangun proses akselerasi yang berkelanjutan, dari local champion to national, kemudian dari national to global melalui proses kurasi,” ujarnya.

Rangkaian program berlangsung dalam beberapa tahapan. Pelatihan tatap muka dilaksanakan pada 26–27 Agustus 2026. Setelah itu, peserta mengembangkan prototipe produk secara mandiri dengan menerapkan materi yang diperoleh selama pendampingan.

Kemenekraf/Bekraf selanjutnya menjadwalkan evaluasi dan kurasi prototipe pada 11 September 2026 untuk menilai kelayakan serta potensi pasar produk sebelum dikembangkan lebih lanjut.

Pendampingan subsektor sulam melibatkan Rumpun Consulting, sedangkan subsektor anyam mendapat pendampingan dari Balai Besar Kerajinan dan Batik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Eni Zulmaeta, Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Yunida Fatwa, Kepala Dinas Koperasi dan UKM M. Faizal, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, serta para peserta.


Tags: ekonomi kreatifEkraf PeduliKemenekrafKerajinan AnyamKerajinan SulamPayakumbuhPerajin PayakumbuhSumatera BaratUMKM

Berita Terkait

Wali Kota Zulmaeta: Kemajuan Payakumbuh Harus Diiringi Keimanan, Akhlak, dan Kepedulian Sosial

Wali Kota Zulmaeta: Kemajuan Payakumbuh Harus Diiringi Keimanan, Akhlak, dan Kepedulian Sosial

28 Agustus 2026
37 Pengurus Alumni SMKN 1 Payakumbuh Dikukuhkan, Wali Kota Zulmaeta Dorong Sinergi dengan Pemko

37 Pengurus Alumni SMKN 1 Payakumbuh Dikukuhkan, Wali Kota Zulmaeta Dorong Sinergi dengan Pemko

25 Agustus 2026
Ribuan Anak Meriahkan Gebyar PAUD di Payakumbuh

Ribuan Anak Meriahkan Gebyar PAUD di Payakumbuh

22 Agustus 2026
Dukung Pangan Lokal Jadi Produk Unggulan, Pemko Payakumbuh Gelar Lomba B2SA

Dukung Pangan Lokal Jadi Produk Unggulan, Pemko Payakumbuh Gelar Lomba B2SA

21 Agustus 2026
Terdampak Banjir hingga Gagal Panen, 30 Warga Payakumbuh Terima Bantuan Presiden

Terdampak Banjir hingga Gagal Panen, 30 Warga Payakumbuh Terima Bantuan Presiden

20 Agustus 2026
168 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tanjung Pati Terima Remisi HUT RI ke-81

168 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tanjung Pati Terima Remisi HUT RI ke-81

18 Agustus 2026
Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

24 Agustus 2026

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

26 Agustus 2026

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

24 Agustus 2026

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal karena Sesak Napas, Keluarga Sebut Tak Dapat Pelayanan di Puskesmas

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal Diduga Tak Dapatkan Penanganan Medis, Puskesmas Bantah Tudingan

24 Agustus 2026

Perempuan 21 Tahun Bawa 1,01 Kg Sabu ke BIM, Ditangkap di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi

Perempuan 21 Tahun Bawa 1,01 Kg Sabu ke BIM, Ditangkap di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi

27 Agustus 2026

Pemprov Sumbar Akui PNS yang Berbuat Mesum di Ruang Kerja di Video Viral Pejabatnya

Ketahuan Berbuat Mesum di Ruang Kerja, Pejabat Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri

25 Agustus 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.