Kabarminang – Keberhasilan Wafiq Al Afraz meraih medali emas sekaligus penghargaan Best in Finance pada ajang International Economics Olympiad (IEO) 2026 di Shenzhen, Tiongkok, tidak diraih secara instan. Siswa SMAN 10 Padang itu harus melewati perjalanan panjang yang diwarnai kegagalan sebelum akhirnya menjadi wakil Indonesia dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
Ibu Wafiq, Dwina Arcenit (53), mengatakan putranya telah aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik sejak duduk di bangku kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN). Kebiasaan mengikuti olimpiade tersebut terus berlanjut saat Wafiq menempuh pendidikan di MTsN hingga SMAN 10 Padang.
Dwina menuturkan, awal kiprah Wafiq di tingkat nasional dimulai saat duduk di kelas X SMAN 10 Padang pada 2024. Kala itu, Wafiq berhasil lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang ekonomi tingkat nasional.
Namun, langkah menuju ajang internasional tidak berjalan mulus. Saat mengikuti seleksi untuk kompetisi internasional, Wafiq gagal menembus 10 besar nasional.
“Ketika ada seleksi untuk ajang internasional, dia sempat gagal masuk 10 besar. Setelah itu dia beralih fokus ke OSN Kimia 2025 dan kembali lolos ke tingkat nasional,” kata Dwina, Minggu (26/7/2026).
Setelah mengikuti OSN Kimia, Wafiq kembali mendapat kesempatan mengikuti seleksi International Economics Olympiad. Berangkat dari tahap 10 besar nasional, ia akhirnya terpilih sebagai wakil Indonesia pada IEO 2026 di Shenzhen, Tiongkok.
Pada ajang tersebut, Wafiq berhasil mempersembahkan medali emas sekaligus meraih penghargaan Best in Finance.
Dwina mengungkapkan bahwa sejak awal putranya mengikuti berbagai olimpiade bukan semata-mata untuk mengejar medali. Wafiq ingin membuka peluang memperoleh beasiswa kuliah di luar negeri.















