Kabarminang – Kabut asap masih menyelimuti Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Sabtu (12/9/2026) pagi. Kondisi udara yang berkabut terjadi bersamaan dengan kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan pantauan IQAir pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Bukittinggi tercatat 153 atau masuk kategori tidak sehat. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 57,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Konsentrasi PM2.5 tersebut tercatat 11,5 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan tahunan PM2.5 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dalam pantauan tersebut, suhu udara di Bukittinggi berada pada kisaran 20 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 6 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 95 persen.
Data kualitas udara Bukittinggi yang ditampilkan IQAir berasal dari model berbasis data satelit (satellite-derived model).
Kualitas Udara Diprediksi Membaik Perlahan
Prakiraan IQAir menunjukkan kualitas udara Bukittinggi diperkirakan membaik secara bertahap sepanjang Sabtu. Pada pukul 10.00 WIB, AQI diperkirakan berada di angka 149, kemudian 147 pada pukul 11.00 WIB, 146 pada pukul 12.00 WIB, dan 144 pada pukul 13.00 WIB.
Meski demikian, angka tersebut masih berada dalam kategori tidak sehat.
Untuk prakiraan harian, IQAir memperkirakan AQI Bukittinggi berada di angka 144 pada Sabtu, kemudian turun menjadi 126 pada Minggu (13/9/2026) dan 103 pada Senin (14/9/2026).
Kondisi udara tersebut terjadi di tengah tingginya kelembapan di Bukittinggi. Pada prakiraan per jam, kelembapan berada pada kisaran 93–96 persen, sementara kecepatan angin berkisar 4–6 kilometer per jam.
Masyarakat, khususnya kelompok sensitif, disarankan memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.














