Kabarminang – Viral di media sosial narasi mengenai anggaran layanan video conference di Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut mencapai Rp5,7 miliar untuk periode sembilan bulan.
Anggaran tersebut setara sekitar Rp633 juta per bulan dan memicu berbagai tanggapan dari warganet, terutama di tengah isu efisiensi belanja pemerintah.
Menanggapi hal itu, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan.
Ia mengatakan layanan video conference tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang melibatkan banyak pihak dari tingkat pusat hingga daerah.
“Program makan bergizi melibatkan banyak pihak, mulai dari pusat, pemerintah daerah, satuan pelayanan, hingga pelaksana di lapangan. Dalam situasi seperti ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/4/2026), dikutip dari Detikcom.
Dadan menegaskan, layanan yang digunakan bukan sekadar aplikasi rapat biasa.
Menurutnya, sistem tersebut merupakan layanan video conference berbasis enterprise yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN.
Sistem ini memiliki kapasitas sekitar 5.000 pengguna aktif dan mampu menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual.
Layanan tersebut digunakan oleh seluruh struktur organisasi BGN, mulai dari pimpinan tingkat pusat hingga pelaksana di daerah.
















