“Setibanya di rumah saya, F langsung marah. Tanpa banyak bicara, dia memukul pintu rumah saya menggunakan palu besar berkali-kali hingga berlubang dan rusak,” tuturnya.
Rini menyampaikan bahwa F juga melontarkan makian kepada dirinya dan keluarganya. Selain itu, katanya, F merusak kendaraan suami Rini.
Keributan membesar, kata Rini, ketika sejumlah anggota keluarga pelaku berdatangan ke lokasi. Ia mengatakan bahwa suaminya yang baru selesai mandi berusaha menenangkan keadaan dan mengajak semua pihak menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun, katanya, upaya tersebut gagal.
“Suami saya justru diludahi, lalu dipukul dan ditendang di bagian perut. Tangan dan tubuhnya lebam karena berusaha menangkis serangan,” katanya.
Saat mencoba melerai, Rini mengaku turut menjadi korban kekerasan.
“Saya juga dipukul dan ditendang. Tangan saya terluka sampai berdarah saat menangkis pukulan,” ucap Rini.
Pelaku kembali menyerang
Rini mengatakan bahwa F kembali merusak rumah korban. Ia menyebutt bahwa peristiwa itu terjadi pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, saat ia bersama keluarganya baru pulang dari kegiatan senam dan sedang berkumpul di dalam rumah,
“Kami sedang duduk santai bersama anak-anak. Pintu depan rumah dalam keadaan terbuka. F kembali melintas di depan rumah dan berhenti setelah melihat keluarga kami di dalam rumah. Tiba-tiba dia turun dan mengamuk di depan rumah. Dia berteriak-teriak serta mengeluarkan kata-kata kasar,” ujarnya.
















