Selain melakukan penganiayaan, kata Rini, para pelaku merusak rumah korban. Ia menyebut bahwa pelaku mengajak beberapa anggota keluarnya untuk mendatangi rumah dan melemparkan batu ke rumah korban selama beberapa jam. Ia menyampaikan bahwa aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.
“Saya ketakutan dan akhirnya melarikan diri. Saya pergi menggunakan transportasi online menuju Polresta Padang untuk mengadukan kejadian tersebut,” katanya.
Akibat perusakan itu, kata Rini, sejumlah bagian rumahnya rusak. Ia mengatakan bahwa pintu kamar mandinya bolong-bolong setelah dihantam benda keras.
“Pintu itu dilapisi seng besi, tetapi tetap berlubang setelah dihantam menggunakan palu besar,” ujarnya.
Selain itu, kata Rini, atap seng rumahnya rusak akibat lemparan batu. Ia mengatakan bahwa sampai kini atap itu belum diperbaiki.
Rini mengatakan bahwa pintu utama rumahnya juga rusak Ia menyebut bahwa pintu tersebut didobrak dan ditendang hingga engselnya terlepas.
“Pintu depan juga cekung karena dihantam batu,” tuturnya.
Rini mengatakan bahwa ia dan keluarganya tidak berani keluar rumah karena pelemparan itu. Karena itu, ia menghubungi polisi karena takut terjadi hal yang lebih buruk kepada mereka.
















