Kabarminang – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membuka kampus-kampus kedokteran gratis yang dibiayai penuh oleh negara guna mengatasi kekurangan tenaga medis di Indonesia. Kebijakan ini disebut sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan ratusan ribu dokter dan dokter gigi yang hingga kini masih belum terpenuhi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi pada Senin (12/1). Ia menegaskan bahwa pembukaan kampus kedokteran menjadi bagian dari upaya nyata dan terukur pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan nasional.
Menurut Prabowo, pemerintah akan membuka sebanyak mungkin sekolah dan perguruan tinggi, termasuk kampus kedokteran, perguruan tinggi teknik, serta bidang-bidang strategis lainnya di berbagai daerah.
“Kita harus buka sekolah-sekolah, kampus-kampus yang banyak, dan saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia, dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran,” kata Prabowo melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menegaskan, seluruh jenjang pendidikan tinggi yang dibuka tersebut dapat diakses secara gratis oleh seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi. Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung oleh negara.
Prabowo berharap kebijakan ini mampu membuka kesempatan yang setara bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk meraih cita-cita mereka.
“Kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik dan yang sebagainya, nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara. Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya, saudara-saudara saya akan bangga melihat itu,” ucapnya.
Presiden juga menekankan bahwa pendidikan merupakan instrumen paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan sektor pendidikan harus didukung oleh pengelolaan anggaran yang kuat dan tata kelola keuangan negara yang bersih.
Prabowo menutup pidatonya dengan ajakan agar bangsa Indonesia berani menghadapi persoalan nyata demi kebangkitan nasional.
“Kita harus berani melihat keadaan yang sebenarnya, berani menghadapi kesulitan, dan mengatasinya. Jangan lari dari kesulitan. Dengan keberanian itulah kita bisa bangkit sebagai bangsa,” pungkasnya.
















