BPS juga mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Barat pada Agustus 2026 sebesar 70,65 persen. Angka tersebut turun 0,69 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki mencapai 84,11 persen atau meningkat 0,90 persen poin. Sebaliknya, TPAK perempuan tercatat 57,11 persen atau turun 2,29 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
“Partisipasi angkatan kerja laki-laki mengalami penguatan, sementara pada perempuan terjadi koreksi turun,” ungkap Hasanudin.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sumatera Barat. Sektor ini menampung 1.074,68 ribu pekerja atau 35,42 persen dari total penduduk bekerja.
“Sektor primer seperti pertanian masih mendominasi struktur ketenagakerjaan kita sebagai tumpuan utama mata pencaharian masyarakat,” tuturnya.
Sektor perdagangan besar dan eceran menempati posisi kedua dengan kontribusi 16,87 persen atau menyerap 511,75 ribu pekerja. Berikutnya, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menyerap 281,85 ribu pekerja atau 9,29 persen.
“Tiga sektor utama ini menjadi motor penggerak utama penyerapan tenaga kerja di tengah masyarakat,” jelas Hasanudin.
Sebaliknya, tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terendah adalah penyediaan listrik, gas, uap, air panas, dan udara dingin sebesar 0,55 persen; aktivitas penerbitan dan telekomunikasi sebesar 0,60 persen; serta aktivitas keuangan, asuransi, dan real estat sebesar 0,87 persen.

















