Kabarminang – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sumatera Barat mencapai 77,97 pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Sumbar di peringkat keenam secara nasional sekaligus berada di atas rata-rata IPM Indonesia yang tercatat sebesar 76,59.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan IPM Sumbar meningkat 0,70 poin atau tumbuh 0,91 persen dibandingkan dengan 2025 yang berada pada angka 77,27.
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada seluruh dimensi pembentuk IPM, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.
“Angka tersebut meningkat 0,24 tahun atau tumbuh 0,32 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2025 yang sebesar 74,69 tahun. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang berada di angka 74,68 tahun,” ujarnya pada Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, dimensi umur panjang dan hidup sehat diukur melalui indikator Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir. Pada 2026, UHH penduduk Sumbar mencapai 74,93 tahun, meningkat dari 74,69 tahun pada tahun sebelumnya.
Di tingkat kabupaten dan kota, UHH tertinggi tercatat di Kota Bukittinggi sebesar 76,32 tahun. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki UHH terendah, yakni 71,51 tahun.
Pada dimensi pengetahuan, BPS menggunakan dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).
Hasanudin menyebutkan, HLS penduduk berusia 7 tahun ke atas di Sumbar meningkat 0,01 tahun menjadi 14,32 tahun. Kota Padang mencatatkan angka tertinggi untuk indikator tersebut, yakni 16,59 tahun.




















