Sementara itu, sebanyak 12 kabupaten dan kota masuk kategori tinggi dengan nilai IPM 70 hingga kurang dari 80. Adapun enam daerah lainnya telah mencapai kategori sangat tinggi dengan nilai IPM 80 ke atas.
Kota Padang menjadi daerah dengan IPM tertinggi di Sumbar, yakni 85,59. Posisi berikutnya ditempati Kota Bukittinggi dengan 83,78, Kota Payakumbuh 82,27, dan Kota Padang Panjang 81,97.
Selanjutnya, Kota Pariaman mencatatkan IPM 81,63, disusul Kota Solok dengan 81,42. Keenam daerah tersebut menjadi wilayah di Sumbar yang telah mencapai kategori pembangunan manusia sangat tinggi.
BPS juga mencatat seluruh kabupaten dan kota di Sumbar mengalami peningkatan IPM dibandingkan dengan 2025. Kabupaten Agam mencatatkan kenaikan absolut terbesar, yakni 0,95 poin.
Sebaliknya, kenaikan terkecil terjadi di Kota Pariaman sebesar 0,36 poin. Secara keseluruhan, terdapat selisih 17,14 poin antara IPM tertinggi dan terendah di Sumbar.
Jika ditarik dalam rentang lima tahun terakhir, IPM Sumbar menunjukkan tren peningkatan secara konsisten. Pada 2021, IPM Sumbar tercatat 74,56, kemudian naik menjadi 75,16 pada 2022 dan 75,64 pada 2023.
Angka tersebut kembali meningkat menjadi 76,43 pada 2024 dan 77,27 pada 2025, hingga akhirnya mencapai 77,97 pada 2026.
BPS mencatat rata-rata pertumbuhan IPM Sumbar selama periode tersebut berada di angka 0,90 persen per tahun.





















