Selasa, Agustus 25, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Ditipu Ibu-Ibu Ngaku Bisa Obati Penyakit, 2 Warga Pesisir Selatan Kehilangan 16 Emas

Holy Adib
Rabu, 26 Maret 2025 22:30
in Hukum & Kriminal
Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan modus bisa mengobati penyakit, merayu salah satu korban di rumahnya di Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sabtu (22/3). Foto: IST

Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan modus bisa mengobati penyakit, merayu salah satu korban di rumahnya di Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sabtu (22/3). Foto: IST


Kabarminang — Dua warga Kampung Pandan, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, tertipu oleh seorang ibu-ibu yang mengaku bisa mengobati penyakit. Akibatnya, keduanya kehilangan 16 emas.

Kepala Polsek Batang Kapas, Iptu Borti Rovendra, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (22/3) siang. Ia menyebut bahwa ibu-ibu penipu tersebut mengaku bernama Epa (umur sekitar 55 tahun) dan mengaku berasal dari daerah di perbatasan Bukittinggi dengan Payakumbuh.

Borti menceritakan bahwa Epa datang ke Kampung Pandan dengan modus menjual berbagai macam kue untuk Lebaran sendirian. Sambil menawarkan kue kepada ibu-ibu, kata Borti, Epa mengaku bisa mengobati penyakit ringan, seperti badan penat-penat. Setelah mencoba dipijat oleh Epa, kata Borti, ibu-ibu itu merasa penyakitnya berkurang.

“Ibu-ibu itu lalu menceritakan bahwa ia punya seorang anak gadis yang jiwanya agak terganggu. Epa mengaku bisa mengobatinya. Namun, karena penyakit anak gadis itu agak berat, Epa meminta syarat emas yang banyak untuk meramu obatnya. Kalau emasnya sedikit, misalnya setengah emas, Epa bilang tidak bisa. Karena percaya, ibu-ibu tersebut mengeluarkan emas yang dimilikinya,” ujar Borti kepada Sumbarkita di Batang Kapas, Rabu (26/3).

Borti lanjut menceritakan bahwa Epa memasukkan emas itu ke dalam mangkuk kecil dan merendamnya dengan air dan daun sirih, lalu menutupnya. Epa, kata Borti, melarang ibu-ibu tersebut membuka wajan itu selama tiga jam karena membuat khasiat obat itu hilang. Setelah tiga jam, kata Borti, barulah wajan itu boleh dibuka dan diminum airnya untuk menyembuhkan penyakit.

“Sebelum meminta ibu-ibu menyimpan wajan yang berisi emas, daun sirih, dan air ramuan itu, Epa dengan cepat mengganti emas milik ibu-ibu dalam wajan dengan emas tiruan yang ia keluarkan dari tasnya. Ibu-ibu tidak menyadari itu dan percaya dengan larangan membuka wajan selama tiga jam karena itu pantangan. Ibu-ibu lalu menyimpan wajan itu dalam lemari,” tutur Borti.

Borti mengatakan bahwa ibu-ibu tersebut baru menyadari keesokan harinya bahwa emas yang mereka simpan dalam wajan sudah ditukar oleh Epa dengan emas tiruan.

“Kedua ibu-ibu yang menjadi korban bernama Ida dan Linda, umur sekitar 55 tahun. Bu Ida kehilangan 11 emas, sedangkan Bu Linda kehilangan 5 emas. Bu Linda sudah mengikhlaskan emasnya hilang dan menganggapnya tabungan akhirat, sementara Bu Ida tidak merelakan emasnya dicuri. Namun, Bu Ida belum melapor ke polsek. Saya sudah mendatangi rumah korban dan meminta korban untuk melapor polisi karena kasus itu delik aduan,” ujar Borti.

Borti mengimbau masyarakat Batang Kapas khususnya, dan Pesisir Selatan pada umumnya untuk berhati-hati terhadap Epa, ibu-ibu yang menipu warga dengan cara pura-pura mengobati penyakit, padahal menipu. Ia menyebut bahwa ciri-ciri Epa ialah tubuhnya gemuk pendek, mengenakan tas yang banyak saku.

“Dia tidak mau difoto. Kalau difoto, katanya inyiaknya akan pergi. Karena itu, korban tidak mendapatkan foto wajahnya dengan jelas karena dia mengelak saat difoto,” ucapnya.

Borti juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada orang baru yang tak dikenal, yang datang k rumah dan tidak gampang percaya kepada orang yang mengaku mampu menyembuhkan penyakit dengan syarat-syarat yang aneh, seperti memberikan emas.

 

 

 

 


Tags: Batang KapehPesisir SelatanSumbar

Berita Terkait

Ayah Tiri di Lima Puluh Kota Diduga Aniaya Balita hingga Dibanting dan Disulut Rokok, Pelaku Ditangkap

Ayah Tiri di Lima Puluh Kota Diduga Aniaya Balita hingga Dibanting dan Disulut Rokok, Pelaku Ditangkap

25 Agustus 2026
Seorang ASN di Pemkab Solok Selatan Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu-Sabu

Seorang ASN di Pemkab Solok Selatan Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu-Sabu

24 Agustus 2026
Bunuh Ibu dan Neneknya, Pemuda di Pasaman Barat Terancam 20 Tahun Penjara

Bunuh Ibu dan Neneknya, Pemuda di Pasaman Barat Terancam 20 Tahun Penjara

24 Agustus 2026
Balita 3,5 Tahun di Lima Puluh Kota Diduga Disiksa Ayah Tiri, Disulut Rokok hingga Dibanting

Balita 3,5 Tahun di Lima Puluh Kota Diduga Disiksa Ayah Tiri, Disulut Rokok hingga Dibanting

24 Agustus 2026
Tak Kapok, Residivis di Pariaman Kembali Jual Sabu-Sabu

Tak Kapok, Residivis di Pariaman Kembali Jual Sabu-Sabu

24 Agustus 2026
Curi Uang Ibunya Rp5 Juta, Perempuan di Padang Beli Ponsel, Berjudi, dan Foya-Foya

Curi Uang Ibunya Rp5 Juta, Perempuan di Padang Beli Ponsel, Berjudi, dan Foya-Foya

23 Agustus 2026
Next Post
Wali Kota Bukittinggi Fasilitasi Penyaluran Zakat Mal untuk 113 Kusir Bendi

Wali Kota Bukittinggi Fasilitasi Penyaluran Zakat Mal untuk 113 Kusir Bendi

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

24 Agustus 2026

Video: Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan Rumah Sakit di Pasaman Barat

Video Keluhan Antrean Pasien Viral, RSI Ibnu Sina Pasaman Barat Buka Suara

20 Agustus 2026

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal karena Sesak Napas, Keluarga Sebut Tak Dapat Pelayanan di Puskesmas

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal Diduga Tak Dapatkan Penanganan Medis, Puskesmas Bantah Tudingan

24 Agustus 2026

Pengamat Sebut Sejumlah Figur PKS Ini Berpotensi Maju di Pilgub Sumbar 2029

Pengamat Sebut Sejumlah Figur PKS Ini Berpotensi Maju di Pilgub Sumbar 2029

18 Agustus 2026

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

24 Agustus 2026

Pemprov Buka Suara soal Dugaan Pungli pada Sumbar Teacher Summit 2026

Pemprov Buka Suara soal Dugaan Pungli pada Sumbar Teacher Summit 2026

21 Agustus 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.