Kabarminang – Pemilik rumah toko (ruko) di Simpang Tapai, Kabupaten Lima Puluh Kota, bernama Anisa Mardatilah, mengaku kehilangan uang sekitar Rp3,5 juta setelah didatangi dua pria yang disebutnya sebagai warga negara asing (WNA), Rabu (4/11/2026) sore. Toko itu difungsikan sebagai konter dan tempat jual pakaian.
Kejadian tersebut diungkapkan Anisa melalui unggahan di akun Facebook miliknya. Aksi kedua pria itu juga terekam CCTV.
Dalam unggahannya, Anisa menyebut kedua pria itu datang menggunakan mobil Toyota Innova berwarna hitam. Salah seorang pria turun lebih dahulu untuk membeli voucher Telkomsel dan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.
Setelah itu, pria tersebut masuk ke dalam toko dan melihat-lihat pakaian yang digantung. Ia kemudian beralih ke bagian seprai dan bedcover. Tidak lama berselang, seorang pria lainnya menyusul masuk ke toko dan bertanya, “How much ini berapa?” sambil melihat barang dagangan.
Setelah memilih barang, keduanya membeli dua seprai dan satu voucher Telkomsel. Ia menyebut, transaksi tersebut kemudian diselesaikan dan dibayar.
Namun, sebelum meninggalkan toko, salah seorang pria mengeluarkan tiga lembar uang pecahan Rp100 ribu dari dompetnya. Ia kemudian meminta Anisa menukarkan uang tersebut dengan uang yang memiliki kesamaan dua huruf terakhir pada nomor seri.
Masih dalam unggahan itu, Anisa mengatakan pria tersebut kemudian menunjuk tas miliknya dan meminta mencari uang di dalam tas. Setelah Anisa mengatakan tidak ada, pria itu kemudian menunjuk laci BRILink.
“Saya awalnya sudah katakan tidak, terus dia nunjuk ke dalam laci BRILink. Entah kenapa, saya mengeluarkan uang yang di laci itu senilai Rp8.100.000. Dia bantu menyusun uang tersebut untuk mencari nomor seri yang dimaksudnya, namun tidak ditemukan, dan kemudian meninggalkan toko,” tulis unggahan dalam akun tersebut.




















