Kedua, Surat Al-A’raf Ayat 80-81: Perbuatan Keji yang Menyelisihi Fitrah
Dalam Alquran surat Al-A’raf ayat 80–81 dijelaskan bahwa perilaku homoseksual termasuk perbuatan yang keji (fāḥisyah). Sebab naluri dan syahwat semestinya disalurkan melalui jalan yang dibenarkan, yaitu kepada pasangan perempuan bagi laki-laki. Begitu pula sebaliknya. Allah SWT berfirman, “(Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya: Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 80-81)
Menurut Syekh Ahmad bin Musthafa al-Maraghi (wafat 1371 H), ayat ini menunjukkan bahwa perilaku homoseksual merupakan bentuk penyimpangan yang bertentangan dengan tuntunan agama dan fitrah manusia yang lurus.
Karena itu, tidak ada umat sebelum kaum Nabi Luth yang terdorong melakukan perbuatan tersebut. Selain menyelisihi fitrah, perilaku LGBT juga dipandang bertentangan dengan tuntunan agama: “Maksudnya, tidak seorang pun sebelum kalian pernah melakukan perbuatan itu pada masa apa pun. Bahkan, perbuatan itu merupakan salah satu bentuk kerusakan yang kalian ada-adakan sendiri. Sebab itu, kalian menjadi teladan dan pelopor dalam perbuatan tersebut, sehingga kalian akan memikul dosanya dan dosa orang-orang yang mengikuti kalian dalam perbuatan itu hingga Hari Kiamat. Dalam ayat ini terdapat penjelasan bahwa berbagai keburukan yang mereka lakukan bertentangan dengan tuntutan fitrah yang lurus. Oleh sebab itu, tidak ada seorang pun dari manusia sebelum mereka yang terdorong untuk melakukan perbuatan demikian. Di samping itu, perbuatan tersebut juga bertentangan dengan petunjuk agama.” (Tafsir al-Maraghi [Mesir: Syirkah Musthofa al-Babi al-Halabi], vol. 8, h. 203)
Ketiga, Surat An-Naml Ayat 54-55: Cerminan Kebodohan dan Penyimpangan
Dalam Alquran surat An-Naml ayat 54–55 dijelaskan bahwa perilaku homoseksual dan sejenisnya termasuk perbuatan yang keji dan mencerminkan kebodohan. Lantaran pada hakikatnya para pelakunya tidak memahami dampak buruk dari perbuatan itu, serta tidak mampu membedakan antara kebaikan dan keburukan, atau bahkan secara sengaja mengabaikan itu semua.
Mereka lebih memilih sesuatu yang rendah dan menyimpang serta meninggalkan pasangan perempuan yang telah dihalalkan bagi mereka. Begitu juga sebaliknya menyangkut perempuan yang meninggalkan pasangan laki-laki yang telah dihalalkan bagi mereka. Allah SWT berfirman: “(Ingatlah kisah) Luth ketika dia berkata kepada kaumnya: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji, padahal kamu mengetahui (kekejiannya)? Mengapa kamu mendatangi laki-laki, bukan perempuan, untuk (memenuhi) syahwatmu? Sungguh, kamu adalah kaum yang melakukan (perbuatan) bodoh.” (QS. An-Naml: 54-55)
Syekh Wahbah az-Zuhaili (wafat 1436 H) dalam karyanya menerangkan bahwa perbuatan LGBT merupakan bentuk penyimpangan yang sangat jauh dari tabiat dan fitrah manusia.
















