Rabu, September 16, 2026
kabarminang.com
No Result
View All Result
kabarminang.com
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
Home Artikel & Opini

Pasca Lebaran dan Masa Depan Budaya Belajar

Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:00
in Artikel & Opini
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI


Penulis: Dr. Hendrizal, S.IP., M.Pd.

Kabarminang – Lebaran selalu membawa suasana jeda dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Jalanan yang semula padat oleh arus mudik perlahan kembali normal. Rumah-rumah yang beberapa hari sebelumnya dipenuhi tamu kembali sunyi. Setelah silaturahmi, maaf-maafan, dan libur panjang usai, masyarakat kembali pada rutinitas: bekerja, berdagang, dan bersekolah.

Namun di balik suasana kembali ke rutinitas itu, ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan secara serius: apakah budaya belajar juga kembali pulih setelah libur panjang Lebaran? Sekolah memang kembali dibuka. Kelas kembali dipenuhi siswa. Guru kembali mengajar. Akan tetapi, yang sering kembali hanyalah rutinitas administratif pendidikan, bukan semangat belajar itu sendiri. Padahal, masa depan pendidikan sangat ditentukan bukan hanya oleh sistem sekolah, melainkan oleh kekuatan budaya belajar dalam masyarakat.

Di sinilah persoalan mendasar pendidikan Indonesia masih terlihat. Secara statistik, kemampuan dasar membaca masyarakat Indonesia sebenarnya sudah cukup baik. Tingkat melek huruf penduduk usia dewasa telah mencapai lebih dari 96%. Artinya, secara teknis sebagian besar masyarakat sudah mampu membaca dan menulis.

Namun persoalan literasi di Indonesia bukan lagi sekadar kemampuan membaca secara teknis. Tantangan yang jauh lebih besar adalah bagaimana menjadikan membaca dan belajar sebagai kebiasaan sosial yang hidup. Sejumlah survei menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Dalam beberapa laporan bahkan disebutkan bahwa indeks minat baca berada pada angka yang sangat kecil, menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil masyarakat yang benar-benar memiliki kebiasaan membaca secara serius.

Ironisnya, pada saat yang sama masyarakat Indonesia justru sangat aktif di ruang digital. Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial mencapai lebih dari tiga jam per hari. Gawai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Fenomena ini menciptakan paradoks yang menarik. Kita hidup di tengah arus informasi yang melimpah, tetapi kedalaman belajar justru semakin menipis. Informasi datang dalam potongan-potongan pendek, cepat, dan instan. Kemampuan membaca teks panjang dan berpikir mendalam semakin jarang dilatih.

Situasi ini juga tercermin dalam capaian literasi siswa Indonesia di tingkat internasional. Hasil studi Programme for International Student Assessment menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara maju. Sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan memahami teks secara kritis, menarik kesimpulan, atau menghubungkan informasi dalam bacaan.

Temuan tersebut memberi pesan penting: persoalan pendidikan kita bukan semata-mata akses terhadap sekolah, melainkan kualitas budaya belajar. Budaya belajar berbeda dengan sekadar aktivitas sekolah. Ia adalah kebiasaan intelektual yang hidup dalam keseharian: membaca, bertanya, berdiskusi, dan mencari pengetahuan secara mandiri. Budaya belajar lahir dari lingkungan sosial yang mendukung rasa ingin tahu.

Sayangnya, ekosistem itu belum sepenuhnya kuat. Akses terhadap buku masih belum merata. Rasio ketersediaan buku di Indonesia masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan standar internasional. Di banyak daerah, terutama di luar kota besar, buku masih menjadi barang yang relatif sulit dijangkau.

Di sisi lain, perubahan gaya hidup digital juga menghadirkan tantangan baru. Media sosial dan platform video pendek membentuk pola konsumsi informasi yang serba cepat. Generasi muda terbiasa menerima informasi dalam bentuk ringkas dan instan. Proses membaca yang membutuhkan konsentrasi panjang sering kali terasa semakin berat.

Namun kondisi ini bukan berarti masa depan budaya belajar Indonesia sepenuhnya suram. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat sejumlah sinyal positif. Indeks kegemaran membaca nasional menunjukkan tren peningkatan. Lebih dari separuh penduduk Indonesia tercatat membaca dalam satu minggu terakhir, meskipun intensitas dan kedalamannya masih beragam.

Di kalangan generasi muda bahkan mulai muncul komunitas literasi baru yang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan buku. Fenomena seperti klub baca daring dan komunitas pembaca digital menunjukkan bahwa teknologi juga bisa menjadi sarana memperluas budaya membaca, bukan hanya menjadi distraksi.

Karena itu, momentum pasca Lebaran seharusnya dapat dimaknai lebih dari sekadar kembali ke rutinitas kerja dan sekolah. Lebaran adalah simbol kembali ke fitrah, kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan. Dalam konteks pendidikan, kembali ke fitrah dapat dimaknai sebagai kembali pada semangat belajar.

Budaya belajar tidak bisa dibangun hanya melalui kebijakan sekolah. Ia membutuhkan keterlibatan banyak pihak: keluarga, komunitas, lembaga pendidikan, hingga pemerintah. Keluarga memiliki peran penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. Sekolah harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang memantik rasa ingin tahu. Sementara itu, negara perlu memastikan akses terhadap buku dan sumber pengetahuan semakin luas.

Jika budaya belajar dapat tumbuh secara kuat, pendidikan tidak lagi hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Pada akhirnya, masa depan suatu bangsa tidak ditentukan semata oleh kekuatan ekonominya, tetapi oleh kualitas budaya intelektual warganya. Negara-negara dengan tradisi membaca yang kuat biasanya memiliki kemampuan inovasi yang lebih tinggi dan daya saing yang lebih kokoh.

Indonesia saat ini memasuki fase bonus demografi yang besar. Namun bonus demografi hanya akan menjadi peluang jika generasi mudanya memiliki kebiasaan belajar yang kuat. Di titik inilah refleksi pasca Lebaran menjadi relevan. Setelah masyarakat kembali dari perjalanan mudik, kembali bekerja, dan kembali bersekolah, ada satu hal yang perlu terus dihidupkan: kebiasaan belajar. Sebab masa depan bangsa ini, pada akhirnya, sangat ditentukan oleh seberapa kuat budaya belajar yang kita bangun hari ini. Sadarlah!

* Dr. Hendrizal, S.IP., M.Pd. adalah dosen pascasarjana Prodi S2 Pendidikan Dasar-PGSD FKIP Universitas Bung Hatta (UBH) Padang; Ketua FIS PulauPanjang Pasbar.


Tags: guru dan siswaguru IndonesiaKi Hadjar Dewantarakualitas pendidikankurikulumliterasi siswaOpini Pendidikanpembelajaranpendidikan dasarPendidikan Indonesiapendidikan SumbarPISA 2022resiliensi gurusistem pendidikanUNP

Berita Terkait

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

27 Agustus 2026
Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

25 Agustus 2026
Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

17 Juli 2026
Komisi VIII Desak Kementerian Komdigi Blokir Akun dan Konten LGBT

6 Ayat Alquran tentang Keharaman LGBT Berdasarkan Penjelasan Para Ulama Tafsir

12 Juli 2026
Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

7 Juni 2026
Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

27 Mei 2026
Next Post
Disetubui Ayah Kandung 3 Kali, Remaja di Limapuluh Kota Hamil 7 Bulan

Pria Hamili Anak Kandung di Limapuluh Kota Ngaku Sebulan Lebih Tak Dilayani Istri

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Kronologi IP Sebelum Tumbang di Vegas Club Padang, Menurut Polisi dan Teman Korban

Kronologi IP Sebelum Tumbang di Vegas Club Padang, Menurut Polisi dan Teman Korban

14 September 2026

Motor yang Ditumpanginya Ditabrak Motor Lain di Solok, Seorang Siswi SMA Tewas

Motor yang Ditumpanginya Ditabrak Motor Lain di Solok, Seorang Siswi SMA Tewas

13 September 2026

Viral Video Keluarga Pasien Disebut Diusir, Pengurus Rumah Singgah M IHPAN Padang Ungkap Kronologi

Viral Video Keluarga Pasien Disebut Diusir, Pengurus Rumah Singgah M IHPAN Padang Ungkap Kronologi

15 September 2026

Perempuan Muda Meninggal Usai Party di Tempat Hiburan Malam Padang

Perempuan Muda Meninggal Usai Party di Tempat Hiburan Malam Padang

13 September 2026

Beda Kartu Pembayaran Saat Masuk dan Keluar BIM, Pengunjung Mengeluh Didenda Rp109 Ribu

Beda Kartu Pembayaran Saat Masuk dan Keluar BIM, Pengunjung Mengeluh Didenda Rp109 Ribu

11 September 2026

Perempuan Muda Meninggal Usai Tumbang di Tempat Hiburan Malam Padang, Teman Ungkap Kronologi

Perempuan Muda Meninggal Usai Tumbang di Tempat Hiburan Malam Padang, Teman Ungkap Kronologi

14 September 2026

Berita Terkini

PT Semen Padang Latih Petani di Padang Pariaman Olah Kaliandra Jadi Pakan, Didukung Mesin Pencacah dan Pembuat Pelet

PT Semen Padang Latih Petani di Padang Pariaman Olah Kaliandra Jadi Pakan, Didukung Mesin Pencacah dan Pembuat Pelet

16 September 2026

Sekolah Lansia di Padang Panjang: Menemukan Semangat Baru di Usia Senja

Sekolah Lansia di Padang Panjang: Menemukan Semangat Baru di Usia Senja

15 September 2026

Beruang Madu Serang Warga di Pasaman, BKSDA Pasang Kandang Jebak

Beruang Madu Serang Warga di Pasaman, BKSDA Pasang Kandang Jebak

15 September 2026

Tak Masuk 28 Hari Kerja, Kabag Umum DPRD Padang Terancam Sanksi Berat

Tak Masuk 28 Hari Kerja, Kabag Umum DPRD Padang Terancam Sanksi Berat

15 September 2026

Peduli Kesehatan Warga, Bank Nagari Bagikan 16 Ribu Masker di Pesisir Selatan

Peduli Kesehatan Warga, Bank Nagari Bagikan 16 Ribu Masker di Pesisir Selatan

15 September 2026

Motor Hendak Putar Arah Ditabrak dari Belakang di Lima Puluh Kota, Korban 2 Orang

Motor Hendak Putar Arah Ditabrak dari Belakang di Lima Puluh Kota, Korban 2 Orang

15 September 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.