Kamis, Agustus 27, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 00:32
in Artikel & Opini
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI


Kabarminang – Generasi Z sering digambarkan sebagai generasi yang dekat dengan teknologi, kreatif, dan memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan hidup. Namun, di balik berbagai kemudahan teknologi tersebut, terdapat persoalan besar yang tidak boleh diabaikan: semakin banyak anak muda yang merasa tertekan secara ekonomi, cemas terhadap masa depan, dan kehilangan arah dalam menentukan makna kebahagiaan.

Tekanan ekonomi menjadi salah satu persoalan yang nyata. Biaya kebutuhan hidup terus meningkat, sementara banyak anak muda menghadapi pekerjaan yang tidak selalu memberikan kepastian dan pendapatan yang sebanding dengan kebutuhan mereka. Tidak mengherankan jika rasa aman secara finansial menjadi persoalan bagi sebagian besar Gen Z.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, budaya konsumtif justru semakin kuat. Istilah seperti self-reward, healing, dan FOMO menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Membeli makanan yang sedang tren, berbelanja, bepergian, atau mengikuti gaya hidup tertentu sering kali dipandang sebagai cara untuk mendapatkan kebahagiaan setelah menghadapi tekanan hidup.

Pada titik tertentu, tentu tidak ada yang salah dengan beristirahat atau memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Persoalannya muncul ketika konsumsi dijadikan pelarian utama dari tekanan hidup. Ketika seseorang merasa harus membeli sesuatu agar merasa bahagia, mengikuti tren agar tidak tertinggal, atau menunjukkan kehidupan yang menyenangkan di media sosial agar dianggap berhasil, maka kita perlu bertanya: mengapa generasi muda harus terus membeli untuk merasa bahagia? Di sinilah kita melihat persoalan yang lebih mendalam.

Sistem kehidupan yang didominasi kapitalisme menjadikan materi dan pertumbuhan ekonomi sebagai ukuran penting keberhasilan. Manusia akhirnya tidak hanya diposisikan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai konsumen yang terus didorong untuk membeli. Media sosial memperkuat keadaan tersebut dengan menghadirkan berbagai standar kehidupan yang tampak sempurna: rumah yang indah, perjalanan yang mahal, pakaian yang sedang tren, makanan yang populer, dan berbagai pengalaman yang seolah-olah menjadi syarat kebahagiaan.

Akibatnya, muncul lingkaran yang melelahkan. Anak muda bekerja untuk mendapatkan penghasilan, kemudian menggunakan penghasilan tersebut untuk memenuhi standar kehidupan yang terus meningkat. Ketika merasa lelah dan tertekan, mereka mencari hiburan melalui konsumsi. Setelah itu, kebutuhan dan keinginan semakin bertambah, sementara tekanan ekonomi tetap ada.

Apakah ini benar-benar kebebasan?

Jika sebuah sistem membuat manusia bekerja keras hanya untuk bertahan hidup, kemudian mendorongnya menghabiskan hasil kerja untuk mengejar kebahagiaan semu, kita patut mempertanyakan sistem tersebut.
Namun, persoalan Gen Z tidak berhenti pada ekonomi dan gaya hidup. Ada persoalan yang jauh lebih mendasar: krisis tujuan hidup.

Ketika manusia tidak memiliki jawaban yang benar tentang siapa dirinya, dari mana ia berasal, dan untuk apa ia hidup, maka kebahagiaan akan mudah direduksi menjadi kenikmatan sesaat. Ukuran keberhasilan berubah menjadi gaji, jabatan, jumlah pengikut, penampilan, barang yang dimiliki, tempat yang dikunjungi, atau pengakuan manusia.


halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Anak Mudabudaya hedonisGaya Hidupgaya hidup konsumtifGen ZGenerasi ZIslamkapitalismekesehatan sosialKhilafahkonsumerismekrisis tujuan hidupmedia sosialtekanan ekonomitujuan hidup

Berita Terkait

Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

25 Agustus 2026
Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

17 Juli 2026
Komisi VIII Desak Kementerian Komdigi Blokir Akun dan Konten LGBT

6 Ayat Alquran tentang Keharaman LGBT Berdasarkan Penjelasan Para Ulama Tafsir

12 Juli 2026
Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

7 Juni 2026
Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

27 Mei 2026
Ketika Hukum Tampak Tidak Konsisten

Ketika Hukum Tampak Tidak Konsisten

29 Maret 2026
Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

Viral Video Mesum Diduga ASN Pemprov Sumbar di Ruang Kerja, Ini Kata Sekda

24 Agustus 2026

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

Anak Butuh ASI, Tersangka Korupsi Dana Nagari Rp382 Juta di Solok Dialihkan Jadi Tahanan Kota

26 Agustus 2026

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

Tegur Pendaki Gunung Talang Buang Sampah dan Lewati Jam Malam, Warga Solok Dikeroyok Puluhan Orang

24 Agustus 2026

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal karena Sesak Napas, Keluarga Sebut Tak Dapat Pelayanan di Puskesmas

Bayi 40 Hari di Solok Meninggal Diduga Tak Dapatkan Penanganan Medis, Puskesmas Bantah Tudingan

24 Agustus 2026

Video: Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan Rumah Sakit di Pasaman Barat

Video Keluhan Antrean Pasien Viral, RSI Ibnu Sina Pasaman Barat Buka Suara

20 Agustus 2026

Pemprov Buka Suara soal Dugaan Pungli pada Sumbar Teacher Summit 2026

Pemprov Buka Suara soal Dugaan Pungli pada Sumbar Teacher Summit 2026

21 Agustus 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.