Minggu, Oktober 11, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Artikel & Opini

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:32
in Artikel & Opini
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang – Generasi Z sering digambarkan sebagai generasi yang dekat dengan teknologi, kreatif, dan memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan hidup. Namun, di balik berbagai kemudahan teknologi tersebut, terdapat persoalan besar yang tidak boleh diabaikan: semakin banyak anak muda yang merasa tertekan secara ekonomi, cemas terhadap masa depan, dan kehilangan arah dalam menentukan makna kebahagiaan.

Tekanan ekonomi menjadi salah satu persoalan yang nyata. Biaya kebutuhan hidup terus meningkat, sementara banyak anak muda menghadapi pekerjaan yang tidak selalu memberikan kepastian dan pendapatan yang sebanding dengan kebutuhan mereka. Tidak mengherankan jika rasa aman secara finansial menjadi persoalan bagi sebagian besar Gen Z.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, budaya konsumtif justru semakin kuat. Istilah seperti self-reward, healing, dan FOMO menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Membeli makanan yang sedang tren, berbelanja, bepergian, atau mengikuti gaya hidup tertentu sering kali dipandang sebagai cara untuk mendapatkan kebahagiaan setelah menghadapi tekanan hidup.

Pada titik tertentu, tentu tidak ada yang salah dengan beristirahat atau memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Persoalannya muncul ketika konsumsi dijadikan pelarian utama dari tekanan hidup. Ketika seseorang merasa harus membeli sesuatu agar merasa bahagia, mengikuti tren agar tidak tertinggal, atau menunjukkan kehidupan yang menyenangkan di media sosial agar dianggap berhasil, maka kita perlu bertanya: mengapa generasi muda harus terus membeli untuk merasa bahagia? Di sinilah kita melihat persoalan yang lebih mendalam.

Sistem kehidupan yang didominasi kapitalisme menjadikan materi dan pertumbuhan ekonomi sebagai ukuran penting keberhasilan. Manusia akhirnya tidak hanya diposisikan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai konsumen yang terus didorong untuk membeli. Media sosial memperkuat keadaan tersebut dengan menghadirkan berbagai standar kehidupan yang tampak sempurna: rumah yang indah, perjalanan yang mahal, pakaian yang sedang tren, makanan yang populer, dan berbagai pengalaman yang seolah-olah menjadi syarat kebahagiaan.

Akibatnya, muncul lingkaran yang melelahkan. Anak muda bekerja untuk mendapatkan penghasilan, kemudian menggunakan penghasilan tersebut untuk memenuhi standar kehidupan yang terus meningkat. Ketika merasa lelah dan tertekan, mereka mencari hiburan melalui konsumsi. Setelah itu, kebutuhan dan keinginan semakin bertambah, sementara tekanan ekonomi tetap ada.

Apakah ini benar-benar kebebasan?

Jika sebuah sistem membuat manusia bekerja keras hanya untuk bertahan hidup, kemudian mendorongnya menghabiskan hasil kerja untuk mengejar kebahagiaan semu, kita patut mempertanyakan sistem tersebut.
Namun, persoalan Gen Z tidak berhenti pada ekonomi dan gaya hidup. Ada persoalan yang jauh lebih mendasar: krisis tujuan hidup.

Ketika manusia tidak memiliki jawaban yang benar tentang siapa dirinya, dari mana ia berasal, dan untuk apa ia hidup, maka kebahagiaan akan mudah direduksi menjadi kenikmatan sesaat. Ukuran keberhasilan berubah menjadi gaji, jabatan, jumlah pengikut, penampilan, barang yang dimiliki, tempat yang dikunjungi, atau pengakuan manusia.


halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Anak Mudabudaya hedonisGaya Hidupgaya hidup konsumtifGen ZGenerasi ZIslamkapitalismekesehatan sosialKhilafahkonsumerismekrisis tujuan hidupmedia sosialtekanan ekonomitujuan hidup
ShareTweetPin

Berita Terkait

Basirabuik di Pariangan: Ketika Muluik Menyatukan Generasi

Basirabuik di Pariangan: Ketika Muluik Menyatukan Generasi

5 Oktober 2026
Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

25 Agustus 2026
Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

17 Juli 2026
Komisi VIII Desak Kementerian Komdigi Blokir Akun dan Konten LGBT

6 Ayat Alquran tentang Keharaman LGBT Berdasarkan Penjelasan Para Ulama Tafsir

12 Juli 2026
Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

7 Juni 2026
Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

27 Mei 2026
Next Post
Seorang Pemuda di Padang Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Seorang Pemuda di Padang Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

5 Oktober 2026

Ombudsman: Kasus Pertalite Berendapan di Sumbar Tidak Selesai dengan Pemberian Kompensasi    ​

Ombudsman: Kasus Pertalite Berendapan di Sumbar Tidak Selesai dengan Pemberian Kompensasi   ​

4 Oktober 2026

Enam Polres di Sumatera Barat Punya Wakil Kapolres Baru

22 Kapolsek di 14 Polres di Sumatera Barat Dimutasi

30 September 2026

Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

7 Oktober 2026

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah

8 Oktober 2026

Pikap Tabrak Enam Mobil di Jalan Bukittinggi—Padang Panjang, Sopir Kabur

Pikap Tabrak Enam Mobil di Jalan Bukittinggi—Padang Panjang, Sopir Kabur

5 Oktober 2026

Remaja 14 Tahun di Bukittinggi Hilang Sejak 23 September 2026, Terakhir Pergi ke Warnet

Mayat Ditemukan di Ngarai Sianok Bukittinggi, Ternyata Remaja yang Hilang Sejak September

8 Oktober 2026

Berita Terkini

Banjir Luapan Sungai di Pesisir Selatan, 20 Warga Dilaporkan Terjebak

Empat Rumah Warga Hanyut Terseret Banjir di Pesisir Selatan

10 Oktober 2026

Banjir Luapan Sungai Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Puluhan Warga Dievakuasi

Banjir Luapan Sungai Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Puluhan Warga Dievakuasi

10 Oktober 2026

Sepatu Roda Porprov Sumbar 2026 Bergulir di Pariaman, 11 Kontingen Bertanding

Sepatu Roda Porprov Sumbar 2026 Bergulir di Pariaman, 11 Kontingen Bertanding

10 Oktober 2026

Kebocoran Tabung Gas Picu Kebakaran Dua Rumah di Lima Puluh Kota

Kebocoran Tabung Gas Picu Kebakaran Dua Rumah di Lima Puluh Kota

10 Oktober 2026

Banjir Luapan Sungai di Pesisir Selatan, 20 Warga Dilaporkan Terjebak

Banjir Luapan Sungai di Pesisir Selatan, 20 Warga Dilaporkan Terjebak

10 Oktober 2026

Banjir Meluas di Padang, Tiga Kecamatan Dilaporkan Terdampak

Banjir Meluas di Padang, Tiga Kecamatan Dilaporkan Terdampak

10 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.