Minggu, Oktober 11, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Artikel & Opini

Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Budaya Hedonis, dan Krisis Tujuan Hidup

Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:32
in Artikel & Opini
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

Padahal, manusia membutuhkan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar kenyamanan materi. Manusia membutuhkan makna.
Islam memberikan jawaban yang berbeda tentang kehidupan. Allah SWT berfirman:

«“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56).

Ayat ini memberikan perspektif mendasar bahwa kehidupan manusia bukanlah sekadar mengejar kekayaan, kesenangan, popularitas, atau kepuasan duniawi. Kehidupan memiliki tujuan yang lebih tinggi, yaitu pengabdian kepada Allah SWT.

Dengan akidah yang kokoh, seorang Muslim tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir. Harta boleh dimiliki, kesenangan boleh dinikmati, dan keberhasilan duniawi boleh diraih, tetapi semuanya ditempatkan dalam kerangka pengabdian kepada Allah.

Karena itu, penyelesaian persoalan Gen Z tidak cukup hanya dengan mengajarkan cara mengatur keuangan atau meminta anak muda mengurangi healing. Kita perlu melihat akar persoalannya: sistem kehidupan seperti apa yang sedang membentuk generasi ini?

Islam tidak hanya membangun individu yang bertakwa, tetapi juga memiliki konsep kehidupan sosial dan ekonomi yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tanggung jawab negara. Sumber daya alam yang termasuk kepemilikan umum dikelola untuk kemaslahatan masyarakat, bukan sekadar menjadi sumber keuntungan bagi segelintir pihak. Negara juga memiliki tanggung jawab dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat dan menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat memperoleh kehidupan yang layak.

Dalam perspektif Islam, generasi muda juga tidak semestinya hanya dipersiapkan menjadi konsumen pasar. Mereka harus dibentuk menjadi generasi yang memiliki kepribadian Islam, ilmu, visi, dan kepedulian terhadap umat. Media dan pendidikan semestinya menjadi sarana pembentukan masyarakat yang bermartabat, bukan mesin yang terus-menerus menanamkan konsumerisme, materialisme, dan pengejaran popularitas.

Di sinilah konsep negara dalam Islam, termasuk Khilafah dalam pemikiran politik Islam, dipandang sebagai bagian dari penerapan Islam secara menyeluruh. Tujuannya bukan sekadar mengganti nama sistem pemerintahan, tetapi menerapkan aturan Islam dalam berbagai aspek kehidupan dengan menjadikan akidah Islam sebagai landasan.

Kegagalan sistem hari ini seharusnya tidak hanya dilihat dari satu-dua kebijakan yang salah. Kita perlu melihat dampaknya secara keseluruhan: ketika generasi muda merasa tidak aman secara ekonomi, ketika kebahagiaan semakin dikaitkan dengan konsumsi, ketika media sosial menciptakan tekanan untuk terus mengikuti tren, dan ketika banyak manusia kehilangan jawaban tentang tujuan hidupnya, maka kita patut bertanya apakah persoalannya memang hanya terletak pada individu.

Jangan sampai kita terus menyalahkan Gen Z karena dianggap terlalu konsumtif, terlalu banyak healing, atau kurang tahan menghadapi kesulitan, sementara kita tidak pernah bertanya sistem seperti apa yang membentuk cara berpikir mereka.

Gen Z tidak membutuhkan sekadar nasihat untuk “lebih kuat”. Mereka membutuhkan sistem kehidupan yang adil, pendidikan yang membentuk kepribadian, lingkungan yang menjaga mereka dari kerusakan, serta pemahaman yang benar tentang tujuan hidup.

Islam menawarkan paradigma yang berbeda: manusia bukan sekadar konsumen, rakyat bukan sekadar angka ekonomi, dan kebahagiaan bukan sekadar kemampuan membeli.
Kebahagiaan sejati adalah ketika manusia mengetahui tujuan hidupnya, menjalankan kehidupannya sesuai petunjuk Allah, dan menggunakan apa yang dimilikinya untuk meraih ridha-Nya.
Maka, pertanyaan bagi kita bukan lagi sekadar “mengapa Gen Z mudah lelah?”

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: “Mengapa sistem kehidupan yang kita jalani melahirkan generasi yang begitu lelah mencari kebahagiaan?”

Jika masalahnya bersifat sistemik, maka penyelesaiannya pun tidak cukup dengan perubahan perilaku individu. Kita membutuhkan perubahan paradigma: dari kehidupan yang menjadikan materi sebagai pusat, menuju kehidupan yang menempatkan pengabdian kepada Allah sebagai tujuan.

Sebab generasi yang memahami untuk apa ia hidup tidak akan mudah diperbudak oleh tren, konsumsi, popularitas, maupun tekanan dunia.

Mereka akan memiliki tujuan yang jauh lebih besar: menjadi hamba Allah dan membangun kehidupan yang sesuai dengan petunjuk-Nya.


halaman 2 dari 2
Prev12
Tags: Anak Mudabudaya hedonisGaya Hidupgaya hidup konsumtifGen ZGenerasi ZIslamkapitalismekesehatan sosialKhilafahkonsumerismekrisis tujuan hidupmedia sosialtekanan ekonomitujuan hidup
ShareTweetPin

Berita Terkait

Basirabuik di Pariangan: Ketika Muluik Menyatukan Generasi

Basirabuik di Pariangan: Ketika Muluik Menyatukan Generasi

5 Oktober 2026
Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

Pejabat dan Skandal Asusila di Ranah Minang: Masih Adakah Rasa Malu?

25 Agustus 2026
Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

Ketika Bullying Meledak Menjadi Bom

17 Juli 2026
Komisi VIII Desak Kementerian Komdigi Blokir Akun dan Konten LGBT

6 Ayat Alquran tentang Keharaman LGBT Berdasarkan Penjelasan Para Ulama Tafsir

12 Juli 2026
Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

Korupsi Imipas: Ketika Penyimpangan Menjadi Kebiasaan di Lingkungan Birokrasi

7 Juni 2026
Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

Kurban, Rokok, dan Refleksi Amanah

27 Mei 2026
Next Post
Seorang Pemuda di Padang Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Seorang Pemuda di Padang Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

5 Oktober 2026

Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

7 Oktober 2026

Ombudsman: Kasus Pertalite Berendapan di Sumbar Tidak Selesai dengan Pemberian Kompensasi    ​

Ombudsman: Kasus Pertalite Berendapan di Sumbar Tidak Selesai dengan Pemberian Kompensasi   ​

4 Oktober 2026

Enam Polres di Sumatera Barat Punya Wakil Kapolres Baru

22 Kapolsek di 14 Polres di Sumatera Barat Dimutasi

30 September 2026

Remaja 14 Tahun di Bukittinggi Hilang Sejak 23 September 2026, Terakhir Pergi ke Warnet

Mayat Ditemukan di Ngarai Sianok Bukittinggi, Ternyata Remaja yang Hilang Sejak September

8 Oktober 2026

Pikap Tabrak Enam Mobil di Jalan Bukittinggi—Padang Panjang, Sopir Kabur

Pikap Tabrak Enam Mobil di Jalan Bukittinggi—Padang Panjang, Sopir Kabur

5 Oktober 2026

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah

8 Oktober 2026

Berita Terkini

Ratusan Warga Padang Mengungsi akibat Banjir, Bantuan Logistik Mendesak

Ratusan Warga Padang Mengungsi akibat Banjir, Bantuan Logistik Mendesak

11 Oktober 2026

Tiga Kali Banjir Besar Terjang Padang dalam Kurang dari Setahun, Ribuan Rumah Terdampak

Tiga Kali Banjir Besar Terjang Padang dalam Kurang dari Setahun, Ribuan Rumah Terdampak

11 Oktober 2026

Koi, Bonsai, dan Tanaman Hias Meriahkan Sumbar Koi Show 2026

Koi, Bonsai, dan Tanaman Hias Meriahkan Sumbar Koi Show 2026

11 Oktober 2026

Banjir Luapan Sungai di Pesisir Selatan, 20 Warga Dilaporkan Terjebak

Empat Rumah Warga Hanyut Terseret Banjir di Pesisir Selatan

10 Oktober 2026

Banjir Luapan Sungai Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Puluhan Warga Dievakuasi

Banjir Luapan Sungai Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Puluhan Warga Dievakuasi

10 Oktober 2026

Sepatu Roda Porprov Sumbar 2026 Bergulir di Pariaman, 11 Kontingen Bertanding

Sepatu Roda Porprov Sumbar 2026 Bergulir di Pariaman, 11 Kontingen Bertanding

10 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.