Kabarminang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 secara langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) di seluruh kabupaten dan kota mulai Senin (15/6/2026). Sebanyak 5.480 petugas diterjunkan untuk mengumpulkan data aktivitas ekonomi masyarakat hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan bahwa pendataan serentak tersebut bertujuan mengukur struktur perekonomian daerah sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
“Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan melalui pencacahan lapangan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebelum pertengahan Juni, petugas belum diterjunkan langsung ke rumah-rumah warga,” kata Hasanudin kepada Sumbarkita, Senin (15/6/2026).
Sebelum pelaksanaan pendataan massal, BPS Sumbar telah melakukan pendataan ekonomi perdana di kediaman resmi Gubernur Sumatera Barat pada Jumat (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Sensus Ekonomi 2026 di daerah itu.
Hasanudin menjelaskan bahwa petugas akan bekerja berdasarkan peta Satuan Lingkungan Setempat (SLS), seperti wilayah RT, jorong, kawasan pasar, maupun area usaha lainnya. Jika cakupan wilayah dinilai terlalu luas, BPS akan membaginya ke dalam beberapa sub-SLS agar proses pendataan lebih efektif.
Untuk memastikan kualitas data, BPS juga menerapkan mekanisme kunjungan ulang kepada responden yang belum dapat ditemui saat pendataan pertama.
“Petugas kami akan kembali mendatangi rumah warga apabila informasi belum lengkap karena anggota keluarga atau kepala rumah tangga sedang sibuk maupun berada di luar kota,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan sensus ini, BPS Sumbar menyiagakan 5.480 petugas yang terdiri atas Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan Petugas Pencacah Lapangan (PPL). Jumlah petugas di setiap kabupaten dan kota disesuaikan dengan tingkat kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi, termasuk Kota Padang yang memperoleh alokasi personel lebih banyak.















