Kabarminang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat menjamin keamanan data masyarakat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang kini dilakukan sepenuhnya secara digital atau paperless.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan bahwa seluruh proses pendataan tidak lagi menggunakan formulir kertas seperti pada sensus sebelumnya. Petugas lapangan kini langsung memasukkan data ke dalam sistem melalui gawai yang terhubung dengan server BPS.
“Petugas langsung menggunakan gawai yang terhubung dengan server BPS saat merekam data. Jadi, tidak ada lagi berkas fisik yang berisiko tercecer,” ujar Hasanudin kepada Sumbarkita, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, penerapan sistem digital tidak hanya mempercepat proses pendataan, tetapi juga meningkatkan perlindungan terhadap data responden. Informasi yang diperoleh petugas akan langsung dikirim ke pusat data BPS tanpa melalui penyimpanan dalam bentuk dokumen fisik.
Hasanudin menjelaskan, data yang dikirimkan dari lapangan telah dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis. Sebelum tersimpan di pusat data nasional, informasi tersebut terlebih dahulu dienkripsi sehingga tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena data terinput langsung ke server BPS dalam bentuk terenkripsi. Informasi tersebut tidak akan bisa dibaca oleh orang lain yang tidak berwenang,” katanya.
Untuk memperkuat keamanan digital, BPS Sumbar juga menerapkan standar internasional dalam pengelolaan data. Infrastruktur teknologi informasi yang digunakan telah memiliki sertifikasi keamanan dan diawasi secara berkala.
“Server BPS sudah memiliki sertifikasi kualitas keamanan data ISO. Kami juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta pihak siber terkait untuk perlindungan data ini,” tuturnya.
















