Menurut Hasanudin, data yang dihimpun akan mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, industri, kerajinan, industri kreatif hingga media massa. Data tersebut diharapkan menjadi basis informasi yang mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Sumatera Barat.
Ia mengimbau masyarakat untuk menerima kedatangan petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usaha maupun kegiatan ekonomi yang dijalankan.
Selain itu, Hasanudin meminta warga yang hingga Juli atau Agustus 2026 belum didatangi petugas sensus untuk proaktif melapor ke kantor BPS terdekat. Langkah itu dilakukan agar seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat tercatat dan tidak ada yang terlewat dalam pendataan.















