Kabarminang – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Limapuluh Kota memprediksi belasan ribu kendaraan akan melintasi jalur Sumatera Barat–Riau. Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, pihak kepolisian menyiapkan pengaturan di sejumlah titik rawan macet.
Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota, Iptu Zarwiko Irzal, menyebut pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan berdasarkan analisis dan evaluasi (anev) tahun 2025.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Simpang Tanjung Pati perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, kawasan dekat Kantor Bupati Limapuluh Kota di Sarilamak, objek wisata Simpang Pintu Harau, SPBU Air Putih, serta sekitar Rumah Makan Bahagia Baru di Lubuak Bangku.
“Titik-titik tersebut berpotensi mengalami kepadatan saat volume kendaraan meningkat, terutama menjelang puncak arus mudik,” ujar Zarwiko kepada Sumbarkita, Selasa (17/3/2026).
Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian menyiapkan 200 personel yang akan ditempatkan di titik-titik rawan hingga kawasan Kelok 9 untuk pengaturan lalu lintas. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Sat Lantas Polres Kampar terkait pergerakan kendaraan di jalur Sumbar–Riau.
“Untuk prediksi mudik, Sat Lantas Polres Limapuluh Kota selalu koordinasi dengan Sat Lantas Polres Kampar, pergerakan kendaraan di jalur penghubung Sumbar–Riau bisa sampai belasan ribu kendaraan yang lalu lalang,” ujarnya.
Meski demikian, Zarwiko menyebut kondisi arus lalu lintas pada H-7 hingga H-4 masih normal dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Ia memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada Selasa dan Rabu (17–18 Maret 2026), seiring dimulainya libur sekolah.















