Kabarminang — Material longsor menutup akses jalan lintas provinsi yang menghubungkan Simpang Empat dengan Nagari Talu, tepatnya di Polongan 6 Talu, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Afrizal, mengatakan bahwa longsor terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan sejak sore. Akibat hujan terus-menerus, katanya, tanah tebing, batu dan pohon yang ada di kawasan tersebut berjatuhan hingga menutupi badan jalan.
“Saat ini kendaraan tidak bisa lewat sama sekali,” ujar Afrizal kepada Kabarminang.com.
Afrizal memperkirakan bahwa material longsor menutupi badan jalan sepanjang puluhan meter dengan ketebalan sekitar 1,5 meter.
Afrizal menginformasikan bahwa tiga ekskavator telah berada di lokasi untuk membersihkan material longsor. Meski demikian, katanya, pengerjaan belum dimulai karena banyaknya pohon yang tumbang dan menutupi area longsor sehingga perlu dipotong terlebih dahulu.
“Pohon yang tumbang menimpa kabel di kawasan tersebut,” tutur Afrizal.
Selain itu, kata Afrizal, hujan yang masih deras membuat petugas harus berhati-hati dalam melakukan penanganan. Ia menyebut bahwa petugas mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Perihal arus lalu lintas, Afrizal mengutarakan bahwa kendaraan yang berada di kedua sisi jalan di lokasi itu cukup banyak. Karena jalan tak bisa dilalui, katanya, sejumlah pengendara memilih putar balik.



















