Kabarminang – Tanah longsor menerjang tiga titik di kawasan Kelok 9, jalur lintas Sumatera Barat-Riau, tepatnya di Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Longsor terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Material tanah yang bergerak menyebabkan kerusakan pada satu unit warung milik warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Ririanto Eko Putra, mengatakan terdapat tiga titik longsor yang dilaporkan di kawasan tersebut.
Dua titik berada di area bawah, dekat kelok pertama di sebelah jembatan, sementara satu titik lainnya berada di kawasan Kelok Sembilan Lama dan berdampak langsung pada bangunan warung warga.
Kerusakan paling parah terjadi pada warung harian berukuran sekitar 4 x 3 meter berbentuk huruf L milik Yondri Putra (31). Material longsor merusak bagian kamar dan dapur bangunan tersebut.
Meski longsor menghantam bangunan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Dua orang yang berada di dalam warung berhasil menyelamatkan diri ketika tanah mulai bergerak.
“Alhamdulillah, kedua korban selamat dan berhasil menyelamatkan diri keluar bangunan saat tanah mulai menerjang warung mereka,” ungkap Ririanto kepada Sumbarkita.
Ririanto memastikan, kejadian tersebut tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di jalur penghubung Sumatera Barat dan Riau.

















