“Kalau korban sudah berhubungan badan dengan EK tiga kali, EK mengatakan bahwa ibu korban akan sembuh,” ucap Iqbal.
Karena korban hanya terdiam mendengarkan syarat tersebut, kata Iqbal, EK meyakinkan korban dengan mengatakan bahwa ibu korban pasti sembuh kalau hubungan badan tiga kali tersebut ditunaikan.
Setelah mendengar jaminan dari EK, kata Iqbal, korban meyakini perkataan dukun tersebut dan setuju berhubungan badan. Ia menyebut bahwa korban setuju sebab memiliki harapan tinggi akan kesembuhan ibunya.
“Korban kasihan kepada ibunya. Ibu korban sudah sakit stroke sembilan tahun. Untuk tidur atau duduk, ibu korban harus dibantu. Selain itu, ibu korban tidak bisa bicara akibat sakit tersebut,” tutur Iqbal.
Sesudah menyanggupi syarat yang diberikan oleh EK, kata Iqbal, korban dan si dukun bersetubuh di dalam kamar. Saat itu, katanya, ayah korban tidak berada di rumah karena tiap pagi laki-laki itu pergi ke sawah.
Iqbal mengatakan bahwa korban dan EK berhubungan badan untuk kedua kalinya pada Oktober 2025 sekitar pukul 09.00 WIB. Pada suatu hari yang tidak diingat oleh korban, EK datang untuk mengobati ibu korban dengan cara memijat kaki dan tangannya.
Setelah itu, kata Iqbal, EK berkata kepada korban bahwa ritual selanjutnya yang harus dijalani ialah bahwa korban harus membuka baju untuk dimandikan oleh EK. Karena korban diam saja, EK berkata kepada korban bahwa jika tidak mau membuka baju, korban akan dimandikan dalam kondisi mengenakan baju. Korban lantas masuk ke dalam kamar mandi. EK lalu memandikan korban dengan cara menyiram seluruh badan korban.
Sesudah dimandikan, kata Iqbal, korban mengganti pakaiannya. Kemudian, EK berkata bahwa korban harus berhubungan badan dengannya. Jika korban tidak mau, EK berkata bahwa ibu korban tidak akan sembuh. EK juga mengancam akan membuat korban gila jika tidak mau bersetubuh dengannya. Korban pun menyanggupi permintaan EK untuk bersetubuh di dalam kamar.
“EK meminta korban untuk tidak menceritakan persetubuhan mereka kepada siapa pun,” ujar Iqbal.




















