Sekitar pukul 23.33 WIB FR keluar dari kamar, lalu menghampiri resesionis hotel untuk membayar sewa kamar. Setelah melunasi tagihan hotel, ia kembali ke kamar dan melakukan hubungan seksual dengan KS.
Pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 7.00 WIB FR bagun tidur. Saat mengetahui KS masih tidur, FR melanjutkan tidurnya. Pada pukul 10.00 WIB SK bagun tidur dan membangunkan FR untuk memberi tahu pacarnya itu bahwa ia lapar, kemudian mengajaknya makan di luar. FR lalu berkata kepada KS bahwa mereka makan di kamar saja sebab ia masih mengantuk. FR lalu memesan nasi goreng kepada petugas hotel. Sekitar 20 menit kemudian karyawan hotel datang untuk mengantarkan makanan pesanan FR. Setelah makanan datang, SK langsung memakannya, sedangkan FR tidur lagi.
Sekitar pukul 13.15 WIBFR dan KS bagun tidur. KS lantas langsung pergi ke kamar mandi, sedangkan FR masih berbaring di atas kasur. Tidak beberapa lama kemudian, KS selesai mandi dan memakai baju.
Setelah itu, KS memberi tahu FR bahwa ia akan pulang ke Teluk Kuantan, Riau. Ia kemudian meminta uang belanja kepada FR. FR menjawab bahwa ia akan mentransfer uang tersebut jika sudah masuk uang ke rekeningnya. Setelah mendengar jawaban itu, KS berkata kepada FR, “Aku malas seperti ini: Susah untuk minta uang.”
FR lalu mengatakan bahwa tadi malam ia sudah mentransfer uang Rp2 juta kepada KS. Akan tetapi, saat itu ia belum punya uang karena uangnya belum masuk ke rekening. FR meminta KS untuk menunggu sampai uangnya masuk. Namun, KS menjawab dengan kata dan nada tinggi bahwa dia ingin uangnya saat itu juga karena ia akan pulang. FR kemudian menyuruh KS untuk berangkat saja dulu, sementara ia akan mentransfer uang belanja itu kepada KS kalau uangnya sudah masuk ke rekeningnya.
Setelah mendengar jawaban FR, KS berkata dengan nada tinggi, “Aku paling malas seperti ini. Kalau tahu seperti ini, mending aku check in sama bapakmu aja. Bisa aku kuras uangnya dan bisa aku bikin ibumu menjanda.”
“FR langsung marah mendengar kata-kata KS tersebut. Dia langsung mencekik leher KS sampai KS jatuh dari kasur ke lantai kamar dalam keadaan terlentang. Saat tangannya masih berada di leher KS, FR langsung duduk di atas KS sambil menjepit kedua tanggan KS dengan mengunakan kedua kakinya. FR mencekik leher KS selama lebih kurang sepuluh menit,” tutur Andri.
Ketika KS tidak begerak lagi, FR melepaskan tangannya dari leher korban. Ia kemudian memeriksa urat nadi korban di leher dan hidung korban untuk memastikan apakah korban masih hidup atau tidak. Setelah melakukan pemeriksaan, FR mengetahui bahwa KS sudah tewas.














