Kabarminang – Persatuan Olahraga Buru Babi (Porbi) Padang Pariaman melakukan pembenahan internal menyusul insiden penembakan yang menewaskan seorang pemburu saat kegiatan berburu hama babi di kawasan Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Rabu (15/4/2026).
Ketua Porbi Padang Pariaman, Maymuspi, mengatakan pihaknya menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh, terutama terkait aspek keselamatan dan koordinasi di lapangan.
“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Ke depan, kami akan memperketat aturan, memastikan komunikasi di lapangan berjalan baik, serta mengingatkan anggota agar benar-benar memahami prosedur sebelum turun berburu,” ujarnya, Rabu (15/4).
Selain melakukan pembenahan internal, Porbi juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden yang menewaskan Burhanudin (38), petani asal Pauh Jorong Hulu Banda, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
Ia menegaskan, Porbi menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan mengimbau seluruh anggota untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kita percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mendalami dan mengusut kejadian ini. Kami juga mengimbau seluruh anggota Porbi agar tidak berspekulasi dan tetap tenang menunggu hasil penyelidikan resmi,” ujarnya.
Maymuspi menambahkan, perburuan hama babi sejatinya bertujuan membantu petani melindungi lahan dari serangan hama. Namun, menurutnya, kegiatan tersebut harus dijalankan dengan disiplin tinggi dan standar keselamatan yang ketat.
“Berburu hama babi ini bagian dari upaya membantu masyarakat menjaga tanaman. Namun tentu kegiatan ini harus dilaksanakan dengan disiplin, koordinasi yang jelas, dan standar keselamatan yang ketat,” katanya.














