Namun, ibu Brigadir Esco tidak percaya dengan perkataan menantunya tersebut. Anton mengungkapkan ibu korban meyakini sang anak masih berada di sekitar rumahnya. Ternyata, jasad Esco memang ditemukan di belakang pekarangan rumahnya.
Kecurigaan keluarga semakin kuat ketika Rizka hanya hadir di pemakaman dan tidak pernah ikut tahlilan maupun membuat laporan resmi ke kepolisian terkait hilangnya suaminya.
Sebelumnya, saat Esco dinyatakan hilang, Rizka sempat dikabarkan syok dan sakit, yang membuat keluarga dan masyarakat sempat percaya bahwa ia adalah korban keadaan. Namun, kenyataan pahit terungkap setelah penetapan tersangka tersebut.
Kini, Briptu Rizka ditahan di ruang tahanan dan titipan (Tahti) Mapolda NTB, sambil menunggu proses hukum selanjutnya.
Kuasa hukum keluarga korban, Lalu Anton Hariawan, mendesak kepolisian untuk mengungkap motif di balik pembunuhan ini. Hasil autopsi memperjelas bahwa Esco bukan meninggal karena bunuh diri, melainkan dibunuh.
Anton juga menyoroti bahwa meskipun ada kabar soal kemungkinan adanya orang ketiga dalam rumah tangga korban, penyidik masih menutup rapat informasi itu. Keluarga juga meminta agar penyidik membuka kemungkinan tersangka lain.














