Ia menjelaskan, usaha ikan hias sangat bergantung pada kestabilan listrik karena sebagian besar kolam dan aquarium menggunakan mesin oksigen serta filter air otomatis. Ketika listrik padam terlalu lama, kadar oksigen di air menurun drastis.
Menurut Januardi, kondisi tersebut membuat banyak ikan kecil tidak mampu bertahan hidup.
Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai jutaan rupiah karena sebagian ikan yang mati merupakan stok untuk dijual kepada pelanggan.
“Kalau terus begini tentu merugikan pelaku usaha kecil seperti kami. Ikan anakan paling rentan mati kalau oksigen berhenti,” ujarnya.
Dalam dua hari terakhir, pemadaman listrik memang dikeluhkan masyarakat di Sumatera Barat. Gangguan tersebut menjadi perbincangan luas di media sosial karena listrik disebut padam berkali-kali dengan durasi cukup lama.
Warga berharap pihak terkait segera mengatasi gangguan tersebut agar aktivitas masyarakat dan usaha kecil yang bergantung pada listrik tidak terus mengalami kerugian.
















