Kabarminang – Pemadaman listrik yang terjadi berulang selama dua hari terakhir di sejumlah wilayah Kota Pariaman mulai menimbulkan kerugian bagi warga. Tidak hanya aktivitas rumah tangga terganggu, padamnya listrik selama beberapa jam setiap hari itu juga menyebabkan puluhan ikan hias milik warga mati akibat kekurangan oksigen.
Salah seorang warga, Reza (32), mengaku mengalami kerugian setelah 11 ekor ikan hias peliharaannya mati saat listrik padam pada Jumat (22/5/2026) sore. Reza merupakan warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.
“Lampu padam cukup lama. Aerator aku mati total, jadi oksigen dalam aquarium habis. Kemarin 11 ekor ikan hias mati,” kata Reza saat ditemui, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, ikan-ikan tersebut merupakan jenis ikan hias yang membutuhkan suplai oksigen stabil selama 24 jam. Ketika listrik padam dalam waktu lama, kondisi air aquarium cepat berubah dan membuat ikan stres hingga mati.
Reza mengatakan kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai 20 juta rupiah. Ia berharap ada solusi cepat agar pemadaman tidak terus berulang, terutama bagi warga yang memiliki usaha maupun hewan peliharaan yang bergantung pada listrik.
“Kalau listrik padam sebentar mungkin masih aman. Tapi ini berjam-jam. Kasihan ikan-ikan tidak kuat,” ujarnya.
Kerugian serupa juga dialami Januardi (40), seorang pengusaha ikan hias di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Ia mengaku lebih dari 20 ekor anakan ikan hias miliknya mati pada Sabtu sore akibat padamnya listrik yang kembali terjadi.
“Baru sore ini mati lagi ikan saya. Lebih dari 20 ekor anakan ikan hias. Semua karena aerator dan filter mati saat listrik padam,” kata Januardi.
















