Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir 2025. Sebanyak 781 unit rumah akan dibangun secara bertahap melalui program Huntap Mandiri dan Huntap Terpadu.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi pembangunan hunian tetap sekaligus penyerahan secara simbolis rumah contoh Huntap Mandiri di kawasan Huntap Nagari Pasia Laweh, Jumat (10/7/2026).
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengatakan rumah contoh yang diresmikan menjadi bukti bahwa program pembangunan hunian tetap telah memasuki tahap pelaksanaan, bukan lagi sekadar perencanaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung rumah contoh Hunian Tetap Mandiri yang akan menjadi acuan pembangunan bagi masyarakat. Rumahnya sangat baik dan kokoh. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah akan membangun 566 unit Huntap Mandiri melalui BNPB dan 215 unit Huntap Terpadu melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Seluruh pembangunan dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para penyintas bencana di berbagai wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, BNPB, Satgas Penanggulangan Bencana, serta seluruh pihak yang telah mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di daerah tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat calon penerima bantuan agar segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi sehingga proses pembangunan dapat berjalan tanpa kendala.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, BNPB, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar kepada daerah kami. Kami berharap seluruh masyarakat terdampak segera memperoleh Hunian Tetap. Untuk itu, kami mengimbau agar seluruh persyaratan administrasi segera dilengkapi sehingga proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, mengatakan rumah yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang. Teknologi tersebut telah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sehingga memenuhi standar rumah layak huni dan aman ditempati.
“Rumah contoh ini menjadi standar bagi pembangunan Huntap Mandiri. Teknologi Sepablock yang digunakan telah memiliki sertifikasi dari Kementerian PUPR, sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas maupun keamanan bangunannya,” kata Rustian.
Ia memastikan dukungan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana telah tersedia sehingga pembangunan hunian tetap dapat segera dilaksanakan agar masyarakat secepatnya menempati rumah baru.
Rumah yang dibangun merupakan tipe 36 dengan teknologi Sepablock yang dinilai mampu menghasilkan bangunan kokoh, efisien, serta sesuai dengan standar nasional.
Pada kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada salah seorang penerima manfaat, Revival, bersama keluarganya. Selain menerima kunci rumah, keluarga tersebut juga memperoleh bingkisan dari BNPB dan PT Semen Padang sebagai bentuk kepedulian terhadap penyintas bencana.
Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi teknis pembangunan hunian tetap kepada masyarakat calon penerima bantuan. PT Semen Padang memberikan penjelasan mengenai tahapan pembangunan, penggunaan teknologi Sepablock, hingga mekanisme pelaksanaan Huntap Mandiri agar proses pembangunan berjalan sesuai standar dan tepat sasaran.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Utama BNPB Rustian beserta rombongan, perwakilan PT Semen Padang, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara, jajaran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, serta masyarakat penerima bantuan hunian tetap.
















